Toko Buku Islam Online Murah Berhadiah | Toko Muslim  | Jual online| Agama Islam| Toko Buku | Buku Online | Buku Islam -  Islamic store Online |  Murah | Grosir dan Eceran
Bukuilmu.com Menjual Buku-Buku Islam Berkualitas, murah, serba diskon, baik grosir maupun retail. Selamat Berbelanja, semoga Berkah. Amin
Login
Shopping Cart
shopping cart
Categories
Newsletter
Testimonial
Rusliansyah
Assalamu\'alaikum....alhamdulillah, pesanan buku sudah diterima dalam kondisi baik, maaf baru ngabari, syukron...! Wassalmkm

Marhansyah AS
Bismillah walhamdulillah, pesanan Al Dzakar dan Al-Quran DarSyafi\'i sudah diterima dengan aman dan baik hari ini 11 Juli 2018. kitab asli dan harga bersaing, pelayanan sangat bersahabat dan ramah. ... detail

Dini M
Alhamdullilah paket buku nya sudah sampai.pilihannya.banyak seruu harganya pun miring dibandingkan yang lain hehehe..senang berbelanja disini..jangan ragu2 yaa silahkan order cepat respondnya..sukron ... detail

Ma\'mun Abu Fatih
[URL]
Alhamdulillah pesanan saya sudah sampai. Semoga kerjasama ini membawa keberkahan. Aamiin.

Ma\'mun Abu Fatih
[URL]
Alhamdulillah pesanan saya sudah sampai. Semoga kerjasama ini membawa keberkahan. Aamiin.

hentaikuindo
[URL]
Pak Rizki, alhamdulillah td paket bukunya sdh smpe k rmah sy. trimakasih skali Pak atas kirimannya yg tepat waktu.

Budiman
Assalamualaikum. Alhamdulillah buku pesanan Atlas Walisongo sudah saya terima. Terima kasih atas pelayanan yg responsif & cepat. Semoga bukuilmu.com semakin maju. Salam

Suryanugraha (Ciputat)
Bukunya sudah saya terima. Sukran

Erdinawati
Assalamu alaikum ww. Paket Sovenir almatsuratnya sdh nyampe, terimakasih

Tanti
Alhamdulilah.. buku pesanan cepat banget sampenya kirim tgl 18 nov, tgl 19 sdh sampe. Harga buku jg relatif lbh murah dr lainnya. Smg bukunya byk memberi manfaat. Jazakumullah.

Pandji Aryorifa

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَ... detail


BAYU
[URL]
bkunya benar2 komplit harganya terjangkau selainitu adminya juga ramah, bnr2 recomended seller

REDZUAN RAFIE
Asslam, Saya nak lihat 5-7 mukasurat isi dalam buku Ensiklopedia Hadiths

REDZUAN RAFIE
Assalam, Saya nak lihat 5-7 mukasurat isi di dalam buku tersebut

Apung
Terimakasih buku sudah sampai

Asmara putra sejati
Mau beli buku fiqih empat madzhab penerbit hasyimi gmn caranya ya?minta no telfnya dong..trimakasih

» lihat testimonial
» isi testimonial
USD Calc
US$ x Rp. 14,000 =
Rp.  

#140 of 159 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Berbakti & Silaturrahim. Ibnul Jauzi. Pustaka Azzam

 Berbakti & Silaturrahim. Ibnul Jauzi. Pustaka Azzam
Price Rp 203.000
Rp 162.400
Beli

Bab Berbakti Kepada Kedua Orang Tua dan Silaturrahim (Bab 40)

333- وعن ابن عمر رضي الله عنهما قال: كانت تحتي امرأةٌ، وكنت أحبها، وكان عمر يكرهها، فقال لي: طلقها، فأبيت، فأتى عمر رضي الله عنه النبي صلى الله عليه وسلم، فذكر ذلك له، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: طلقها رواه أبو داود، والترمذي وقال: حديث حسن صحيح.

Dari Ibnu ‘Umar radhiayallahu ‘anhuma, beliau berkata,”Aku memiliki seorang istri, dan aku mencintainya, dan ‘Umar membencinya. Maka beliau (‘Umar) berkata padaku,”Ceraikan dia,” Saya pun enggan untuk menuruti perintahnya. (Karena itu) kemudian ‘Umar radhiyallahu ‘anhu mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu menceritakan hal tesebut padanya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Ceraikanlah dia”. Riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi dan dia berkata,”Hadits hasan shahih.”

Takhrij Hadits:
– Lihat Jami’ At-Tirmidzi / 1189, himpunan bab perceraian, bab apa yang datang (dari sunnah) tentang seorang lelaki yang bapaknya memintanya untuk menceraikan istrinya.
– Lihat juga Sunan Abi Dawud / 5138, Kitabul Adab, bab berbakti kepada kedua orang tua.
– Lihat juga Musnad Ahmad: Musnad ‘Abdullah bin ‘Umar, 7/4711, 8/5011,5144, 9/6470. Semua hadits ini dinilai isnadnya qawiyy (kuat) oleh Al-Arnauth.

334- وعن أبي الدرداء رضي الله عنه أن رجلاً أتاه فقال: إن لي امرأةً وإن أمي تأمرني بطلاقها ؟ فقال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: الوالد أوسط أبواب الجنة، فإن شئت، فأضع ذلك الباب، أو احفظه رواه الترمذي وقال: حديثٌ حسنٌ صحيح.

Dari Abu Ad-Dardaa’ radhiayallhu ‘anhu bahwasanya seorang laki-laki mendatanginya kemudian bertanya,”Sesungguhnya saya memiliki seorang istri dan sesungguhnya ibuku memerintahkanku untuk menceraikannya?” Maka Beliau menjawab, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Jika kamu mau, sia-siakanlah pintu itu atau jagalah.” Riwayat At-Tirmidzi dan dia berkata,”Hadits Hasan Shahih”.
Takhrij Hadits:
– Lihat Jami’ At-Tirmidzi / 1900,himpunan bab al-birr dan as-shilah, bab keutamaan ridha kedua orang tua.

PENJELASAN:

A. Mufradaat:
– كانت تحتي امرأةٌ: Kalau diartikan secara harfiyah, “Adalah di bawahku ada seorang wanita”. Tetapi yang dimaksud di sini adalah arti majaz, yaitu istri. Ini diperjelas dengan bagian selanjutnya dalam hadits: “Ceraikanlah dia.”
– الوالد: Kalimat الوالد dalam ‘urf masyarakat ‘arab dikhususkan kepada ayah. Namun lafaz ini meliputi – dari segi ma’na dan bahasa – ibu dan ayah. Dengan pengertian yang kedua ini, jawaban atas pertanyaan si penanya dalam hadits 334 terjawab. Lihat catatan kaki kitab riyadhus shalihin terbitan darus salam, halaman 107.
– فأضع : dari الأضاعة, yakni التضييع: yaitu kehilangan atau terlepas. Dan التضييع terjadi dengan ketiadaan berbakti (البر) dengannya atau mendurhakainya. Lihat catatan kaki pada halaman yang sama.

B. Faidah dari Kedua Hadits:
Kedua hadits ini termasuk dalam bab birril walidain dan shilatil arham dalam riyadhus-shalihin. Apabila kita hanya membaca sekilas hadits-hadits tersebut, mungkin akan muncul berbagai pertanyaan dalam benak kita. Mungkin ada yang berfikiran mengapa ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyuruh anaknya untuk menceraikan istrinya. Mungkin juga ada yang berfikir, apakah kasus ini berlaku umum dalam setiap keadaan?Untuk itu, kita kembali kepada kaidah-kaidah yang telah dikenal dalam syari’ah Islam:

1. Haram memceraikan antara suami dengan istrinya.
Islam mengharamkan perbuatan memisahkan suami dan istri.Dalilnya adalah ayat Al-Qur’an:

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ


“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[*] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (Al-Baqarah:102).

[*] Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti Malaikat.

Ayat tersebut secara jelas menyebutkan tercelanya menceraikan suami dengan istrinya, yang hakikatnya adalah perbuatan syaithan. Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis itu singgasananya di atas air. Kemudian dia mengutus pasukannya kepada manusia. Maka manusia yang paling dekat kedudukannya dengan setan berarti paling hebat pula mendapat ujian dari setan. Seorang anggota pasukan datang melapor,’Saya melakukan ini dan itu,’ kemudian iblis berkata,’Kamu tidak mealkukan apa-apa.’ Kemudian beliau shollallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan,”Kemudian anggota pasukan lain datang melapor,’Aku tidak meninggalkan manusia sebelum aku berhasil menceraikan antara dia dan istrinya”. Kemudian beliau shollallahu’alaihi wasallam berkata,”Lalu dia (iblis) mendekatinya (anggota pasukan tadi) dan berkata, ‘Bagus kamu.'” (riwayat Muslim, No. 7106).

2. Berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib, selama bukan dalam perkara yang dilarang syari’at.
Point ini sudah dijelaskan dalam awal pembahasan bab ini. Cukuplah kiranya kita nukilkan ayat Al-Qur’an:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14) وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15)


“14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Luqman:14-15).

Bukankah tidak ada keta’atan kepada makhluq dalam perkara ma’siyat[*]? Lalu bagaimana dengan perintah ‘Umar kepada anaknya radhiyallahu ‘anhuma? Penjelasannya ada pada point berikutnya.

[*] Lihat Shahihul Jami’ No. 7520.

Search
Search:
Product Scroller
Information
Others
--Kontak Kami--

Telp/SMS Esia :
- 02199289242
Telp/SMS Telkomsel :
- 085216777857
Telp/SMS Mentari :
- 085883483034
- 085888884939
WhatsApp :
- 085216777857
Line :
- 085216777857
Kako Talk :
- 085216777857
We Chat :
- 085216777857
Pin BB :
- D153B1C2
Pembayaran
BSM

No. Rekening 7006157445 atas nama Rizki Fauzan H


Muamalat

No. Rekening 3060015024 atas nama Rizki Fauzan H


BNI Syariah

No. Rekening 297356865 atas nama Rizki Fauzan H


Others
Others
News
9 Agustus 2018
Keutamaan Bulan Dzulhijjah
Kita saat ini tengah berada di penghujung bulan Dzulqa’dah. Kurang dari sepekan kita akan memasuki bulan Dzulhijjah 1433 H. Dengan demikian kita telah 2 bulan keluar dari madrasah Ramadhan, dan kini bersiap dengan tarbiyah Allah SWT yang lain, yakni madrasah Dzulhijjah. Mengapa disebut madrasah Dzulhijjah? Karena pada bulan ini ada tiga ibadah besar yang sarat dengan nilai-nilai tarbiyah; haji, shalat idul adha dan qurban. Di samping ada pula ibadah sunnah muakkad bagi yang tidak menunaikan haji yakni puasa arafah. Ayyuhal muslimuun rahimakumullah, detail

5 Juli 2018
Kiat Istiqomah Setelah Ramadan
Sobat Bukuilmu.com, “Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah jika menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. Sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama, ‘Balasan dari kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ detail

1 Mei 2018
Tips Menyambut Bulan Ramadhan
🕌 *Tips Menyambut Bulan Ramadhan* 🕌   Sahabat Bukuilmu.com, Tidak terasa sebentar lagi tamu agung akan datang menghampiri. Sudahkah Anda bersiap-siap untuk menyembutnya? Berikut ini beberapa tips untuk menyembut Bulan yang diberkahi ini: detail

21 April 2018
Tiga Amal di Bulan Sya’ban
Sahabat Bukuilmu.com, Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal manusia kepada Allah Azza wa Jalla. وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ “Inilah bulan yang di dalamnya amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad; Hasan) Setelah kita tahu keutamaan bulan Sya’ban, berikut ini tiga amal khusus di bulan Sya’ban yang dituntunkan melalui hadits-hadits shahih. detail

21 April 2018
Optimalkan Ibadah Di Bulan Sya’ban
Bulan Sya’ban adalah bulan yang terletak setelah bulan Rajab dan sebelum bulan Ramadhan. Bulan ini memiliki banyak keutamaan. Ada juga ibadah-ibadah yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan ini. detail

22 Maret 2018
Ingin Pintu Rezeki Terbuka dari Langit, Lakukan 13 Amalan Ini
SERING kali kita beranggapan bahwa rezeki kita sebanding dengan apa yang kita usahakan. Sesungguhnya tidak mesti begitu. Ada banyak orang yang bisa menghidupi keluarganya di luar rumus matematika duniawi. Misalnya saja, seorang buruh tetap bisa menyekolahkan lima orang anaknya sampai perguruan tinggi. detail

22 Maret 2018
Muslim Sejati Gemar Muhasabah Diri
"Seyogyanya bagi seorang Muslim itu menyisihkan waktunya pada pagi hari dan sore hari untuk muhasabah diri” detail

» index berita
Others
Bukuilmu.com
Others
02199289242 - 085216777857 - 085883483034
© 2011 www.Bukuilmu.com - email: [rizan_1982@yahoo.com]
Jl. STM Walang Jaya No. 9 Rt. 11 Rw. 03 Tugu Selatan Koja Jakarta utara
Smile

Toko Online