Bukuilmu.com Menjual Buku-Buku Islam Berkualitas, murah, serba diskon, baik grosir maupun retail. Selamat Berbelanja, semoga Berkah. Amin

PENERBIT PUSTAKA IMAM SYAFII

#15 of 135 | prev product Prev - Next next product

product arrow Membedah Tauhid Uluhiyah, bersama Ulama Madzhab Syafi'i. Pustaka Imam Syafii. Diskon 30%

Membedah Tauhid Uluhiyah, bersama Ulama Madzhab Syafi'i. Pustaka Imam Syafii
Price Rp 140.000
Rp 98.000
Beli  

Penulis : DR. Abdullah bin Abdul 'Aziz al Anqary

“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)

Adakah tauhid ibadah atau tauhid uluhiyyah dalam mazhab Syafi’i Buku ini menghadirkan tidak kurang dari 1.300 kutipan perkataan ulama dan tokoh mazhab Syafi’i yang semua itu mengindikasikan diakuinya tauhid Uluhiyyah dalam mazhab Syafi’i.

Tauhid Uluhiyyah ataupun tauhid ibadah masih terasa asing di telinga sebagian besar muslim. Padahal, tanpa diragukan lagi tauhid ini menjadi topik utama dakwah para Rasul yang diutus kepada umat mereka, yaitu untuk mengajak mereka agar beribadah kepada Allah semata. Beberapa orang menyangka konsep Tauhid Uluhiyyah ada di mazhab Hanbali saja, tidak ada di mazhab lain.

Dari sangkaan atau anggapan itulah muncul keraguan dan pertanyaan: Benarkah konsep Tauhid Uluhiyyah ini hanya ada di mazhab Hambali; ataukah sebenarnya secara implisit ia ada dalam mazhab yang lain, semisal mazhab Syafi’i?

Buku ilmiah ini diharapkan bisa membuka wacana baru dan realita yang berbeda mengenai konsep “Tauhid Uluhiyyah” menurut mazhab Syafi’i. Objek kajiannya terfokus pada nukilan pendapat para ulama mazhab ini, berkenaan dengan makna ibadah dan macam-macamnya yang ia secara tidak langsung berkaitan dengan tauhid ibadah itu sendiri. Tidak kurang dari 1300 nukilan perkataan mereka yang dinukil penulis dari buku-buku karya pribadi, tentunya dengan penyertaan dalil-dalil shahih baik berasal dari al-Qur-an maupun as-Sunnah.
Nah, sekarang percayakah Anda bahwa konsep Tauhid Uluhiyyah --secara tidak langsung atau implisit--ternyata terdapat pula di mazhab Syafi’i?

Silakan buktikan dan temukan kebenarannya dalam buku ini!