7 Arahan Hilmi Aminuddin untuk Kader PKS
30 Maret 2011
INILAH.COM, Jakarta - Serangan bertubi dari para mantan elitenya yang membongkar aib oknum petinggi PKS disikapi bijak oleh Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin.
Sebagaimana terpublikasi di akun Facebook PKS, dalam Acara DPW PKS Jabar di Lembang, belum lama ini, Hilmi mengatakan, kondisi yang dialami PKS saat ini adalah bagian dari ujian dan kerikil perjuangan dakwah.
Menurutnya, adalah Sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa untuk mengkerdilkan dakwah. Yang terpenting, ujarnya adalah bagaimana kemampuan untuk membuktikan dengan kerja nyata.
"Kita sebagai dai dan daiyah diperintahkan oleh Allah SWT jika menghadapi sesuatu yang sulit, yang menghimpit, cepat kembali kepada Allah (fafirruu ilallah). Kemudian selesaikan dengan mentadabburi konsep Allah. Afala yatadabbarunal Qur’an am ‘ala quluubin aqfaluha."
Hilmi memberikan tujuh bekal kepada para kader PKS dalam menghadapi berbagai masalah, ancaman dan makar dari mantan petinggi-petinggi PKS sebagai berikut.
Pertama, Atsbatu mauqifan (menjadi orang yang paling teguh pendirian dan paling kokoh sikapnya).
"At-Tsabat (keteguhan) adalah tsamratus shabr (buah dari kesabaran). Famaa wahanuu lima ashobahum fii sabiilillahi waaa dhoufu wamastakanu. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar.
Keteguhan itu membuat tenang, rasional, obyektif dan mendatangkan kepercayaan Allah untuk memberikan kemenangan. Keteguhan sikap kadang-kadang menimbulkan kekerasan oleh karenanya perlu diimbangi dengan yang kedua.
Kedua, Arhabu shadran (paling berlapang dada). Bukan paling banyak mengelus dada melainkan silakan bicara tetapi silakan buktikan. Jika tidak ada lapang dada akan timbul kekakuan.
Ketiga, A’maqu fikran (pemikiran yang mendalam). Mendalami apa yang terjadi, tidak terlarut pada fenomena, tetapi lihatlah ada apa di balik fenomena tersebut.
"Ketika kita merespon pun akan objektif, respon-respon kita objektif, terukur, mutawazin (seimbang). Pemikiran yang mendalam kadang-kadang membuat kita terjebak pada hal yang sektoral."
Keempat, Ausa’u nazharan (pandangan yang luas). Kelima, Ansyathu amalan (paling giat dalam bekerja). Sambil merespon sesuai dengan kebutuhan tetap harus giat bekerja.
"Orang-orang tertentu saja yang menangani, selebihnya harus terus bergerak dalam kerangka amal jamai. Energi kita harus prioritas untuk membangun negeri. Bekerja untuk Indonesia di segala sektor, struktur sampai tingkat desa, dan kader-kader yang mendapat amanah di pemerintahan. Fokuskan semua bekerja."
Keenam, Ashlabu tanzhiman (paling kokoh strukturnya). Sebagai jamaah manusia, ada kekurangan, ada kesalahan. Hidup berjamaah adalah untuk memobilisir potensi-potensi kebaikan.
"Kita harus rajin membersihkannya. Seorang muslim ibarat orang yang tinggal di pinggir sungai dan mandi lima kali sehari. Jika sudah begitu, pertanyaannya, masih adakah daki-daki kita?"
Dan terakhir, Aktsaru naf’an (paling banyak manfaatnya). Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. "Buktikan bahwa jamaah ini banyak manfaatnya sehingga berhak mendatangkan pertolongan Allah dan pertolongan kaum Mukminin."
Jika tujuh hal itu dilakukan untuk menghadapi tantangan dan rekayasa, Hilmi yakin PKS akan semakin kokoh dan semakin diterima untuk menghadirkan kebajikan-kebajikan yang diharapkan oleh seluruh bangsa.
Sebagaimana terpublikasi di akun Facebook PKS, dalam Acara DPW PKS Jabar di Lembang, belum lama ini, Hilmi mengatakan, kondisi yang dialami PKS saat ini adalah bagian dari ujian dan kerikil perjuangan dakwah.
Menurutnya, adalah Sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa untuk mengkerdilkan dakwah. Yang terpenting, ujarnya adalah bagaimana kemampuan untuk membuktikan dengan kerja nyata.
"Kita sebagai dai dan daiyah diperintahkan oleh Allah SWT jika menghadapi sesuatu yang sulit, yang menghimpit, cepat kembali kepada Allah (fafirruu ilallah). Kemudian selesaikan dengan mentadabburi konsep Allah. Afala yatadabbarunal Qur’an am ‘ala quluubin aqfaluha."
Hilmi memberikan tujuh bekal kepada para kader PKS dalam menghadapi berbagai masalah, ancaman dan makar dari mantan petinggi-petinggi PKS sebagai berikut.
Pertama, Atsbatu mauqifan (menjadi orang yang paling teguh pendirian dan paling kokoh sikapnya).
"At-Tsabat (keteguhan) adalah tsamratus shabr (buah dari kesabaran). Famaa wahanuu lima ashobahum fii sabiilillahi waaa dhoufu wamastakanu. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah. Allah menyukai orang-orang yang sabar.
Keteguhan itu membuat tenang, rasional, obyektif dan mendatangkan kepercayaan Allah untuk memberikan kemenangan. Keteguhan sikap kadang-kadang menimbulkan kekerasan oleh karenanya perlu diimbangi dengan yang kedua.
Kedua, Arhabu shadran (paling berlapang dada). Bukan paling banyak mengelus dada melainkan silakan bicara tetapi silakan buktikan. Jika tidak ada lapang dada akan timbul kekakuan.
Ketiga, A’maqu fikran (pemikiran yang mendalam). Mendalami apa yang terjadi, tidak terlarut pada fenomena, tetapi lihatlah ada apa di balik fenomena tersebut.
"Ketika kita merespon pun akan objektif, respon-respon kita objektif, terukur, mutawazin (seimbang). Pemikiran yang mendalam kadang-kadang membuat kita terjebak pada hal yang sektoral."
Keempat, Ausa’u nazharan (pandangan yang luas). Kelima, Ansyathu amalan (paling giat dalam bekerja). Sambil merespon sesuai dengan kebutuhan tetap harus giat bekerja.
"Orang-orang tertentu saja yang menangani, selebihnya harus terus bergerak dalam kerangka amal jamai. Energi kita harus prioritas untuk membangun negeri. Bekerja untuk Indonesia di segala sektor, struktur sampai tingkat desa, dan kader-kader yang mendapat amanah di pemerintahan. Fokuskan semua bekerja."
Keenam, Ashlabu tanzhiman (paling kokoh strukturnya). Sebagai jamaah manusia, ada kekurangan, ada kesalahan. Hidup berjamaah adalah untuk memobilisir potensi-potensi kebaikan.
"Kita harus rajin membersihkannya. Seorang muslim ibarat orang yang tinggal di pinggir sungai dan mandi lima kali sehari. Jika sudah begitu, pertanyaannya, masih adakah daki-daki kita?"
Dan terakhir, Aktsaru naf’an (paling banyak manfaatnya). Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. "Buktikan bahwa jamaah ini banyak manfaatnya sehingga berhak mendatangkan pertolongan Allah dan pertolongan kaum Mukminin."
Jika tujuh hal itu dilakukan untuk menghadapi tantangan dan rekayasa, Hilmi yakin PKS akan semakin kokoh dan semakin diterima untuk menghadirkan kebajikan-kebajikan yang diharapkan oleh seluruh bangsa.
Baca juga
23 September 2020
Nasihat tentang Kematian
Nasihat tentang Kematian
Sobat Bukuilmu, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah pada suatu hari menasihati para sahabatnya: “Jika kalian melewati kuburan, panggillah mereka, jika engkau bisa memanggil. Lihatlah, betapa sempitnya tempat tinggal mereka. Tanyakanlah kepada orang-orang kaya dari mereka, masih tersisakah kekayaan mereka? Tanyakan pula kepada orang-orang miskin di antara mereka, masih tersisakah kemiskinan mereka? Tanyakanlah tentang lisan-lisan yang dengannya mereka berbicara, tentang sepasang mata yang dengannya mereka melihat. Tanyakan pula tentang kulit dan tubuh mereka, apa yang diperbuat oleh ulat-ulat di balik kafan-kafan mereka?
23 September 2020
Pemuda adalah generasi harapan bangsa.
Pemuda adalah generasi harapan bangsa.
Sobat Bukuilmu, Pemuda memiliki andil besar dalam sejarah kebangkitan sebuah bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada kondisi para pemudanya. Jika pemudanya memiliki jiwa yang maju, jiwa besar, dan akhlak/karakter yang unggul, maka bangsa itu akan maju, besar dan mampu memimpin peradaban dunia. Sebaliknya, jika pemudanya menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi bertentangan dengan nilai-nilai agama, seperti mabuk-mabukan, narkoba, tawuran, main game, pornografi, dan pornoaksi, tidak memiliki kepedulian sosial, maka masa depan bangsa itu akan suram.
16 September 2020
4 Kunci Keberkahan dan Kebahagiaan Hidup
4 Kunci Keberkahan dan Kebahagiaan Hidup
Sobat Bukuilmu.com, Setiap muslim di muka bumi ini pasti menginginkan kehidupan yang bahagia, penuh dengan keberkahan, keamanan, kelapangan dan keridoan Allah SWT baik di dunia apalagi di akhirat kelak. Harta yang berkah, keluarga yang solih, pekerjaan yang nyaman, lingkungan yang baik, pemerintah yang adil, dan tempat tinggal yang aman dari bencana dan marabahaya. Semua itu dapat diperoleh seorang muslim ketika ia mengikuti tuntunan Allah Swt dalam kehidupan.
18 Maret 2020
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19
Sahabat Bukuilmu.com, Wabah virus corona membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait virus corona jenis baru atau Covid-19. Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 mengatur penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah Covid-19. Ringkasnya bisa dilihat pada poin2 berikut ini:
27 Agustus 2019
Smart Edu : Bisnis Dunia Pendidikan Dan Solusi Anak Cerdas
Smart Edu : Bisnis Dunia Pendidikan Dan Solusi Anak Cerdas
Apakah ini permasalahan Bpk/Ibu Sekalian:
🎯 *Anak anda malas berlajar?*
🎯 *Tidak pernah rangking kelas?*
🎯 *Nilai Matematikanya jeblok ?*
🎯 *Hafalan"nya Payah?*
🎯 *Lebih suka main Game*
🎯 *Sering Bermain HP*




