Bismillah, walhamdulillah, wash-sholatu was salamu ‘ala Rasulillah wa ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumid diin.
Keutamaan Mempelajari Hadits Nabi1. Wajah para penuntut ilmu hadits cerah atau berseri-seri. Hal ini berdasarkan Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
(( نضر الله امرءاً سمع مقالتى فوعاها وحفظها و بلغها فـإنه رب حـامل فقه غير فقيه ، ورب حامل فقه إلى من هو أفقه منه )) رواه الترمذى و ابن حبان
“Mudah-mudahan Allah menjadikan berseri-seri wajah orang yang mendengarkan perkataanku lalu memahaminya dan menghafalkannya kemudian dia menyampaikannya, karena sesungguhnya boleh jadi orang yang memikul (mendengarkan) fiqh namun dia tidak faqih (tidak memahaminya) dan boleh jadi orang yang memikul (mendengarkan) fiqh menyampaikan kepada yang lebih paham darinya” (HSR. At Tirmidzy dan Ibnu Hibban dari shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu ).
Berkata Sufyan bin ‘Uyainah. رحمه الله (Seorang Tabi’in) : “Tidak seorang pun yang menuntut hadits dan mepelajarinya melainkan wajahnya cerah atau berseri-seri disebabkan doa dari Nabi shallallahu alaihi wasallam (di hadits tersebut)”.
2. Para penuntut ilmu hadits adalah orang yang paling banyak bershalawat kepada Nabi. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
(( من صلى علىّ صلاة واحدة صلى الله عليه بـها عشراً ))
“Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali”.
Berkata Khatib Al Baghdadi رحمه الله : Berkata Abu Nu’aim رحمه الله kepada kami : “Keutamaan yang mulia ini terkhusus bagi para perawi dan penukil hadits, karena tidak diketahui satu kelompok di kalangan ulama yang lebih banyak bershalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari mereka, baik itu (shalawat) berupa tulisan ataupun ucapan”.
Kata Sufyan Ats Tsaury رحمه الله (ulama tabi’in): “Seandainya tidak ada faidah bagi shohibul hadits (penuntut ilmu hadits) kecuali bershalawat kepada Rasulullah (maka itu sudah cukup baginya) karena sesungguhnya dia selalu bershalawat kepada Nabi selama ada di dalam kitab”.
Berkata Al ‘Allamah Shiddiq Hasan Khan رحمه الله – setelah beliau menyebutkan hadits yang menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi : “Dan tidak diragukan lagi bahwa orang yang paling banyak bershalawat adalah ahlul hadits dan para perawi As Sunnah yang suci, karena sesungguhnya termasuk tugas mereka dalam ilmu yang mulia ini (Al Hadits) adalah bershalawat di setiap hadits, dan senantiasa lidah mereka basah dengan menyebut (nama) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam …. maka kelompok yang selamat ini dan Jama’ah Hadits ini adalah manusia yang paling pantas bersama Rasulullah di hari kiamat, dan merekalah yang paling berbahagia mendapatkan syafa’at Rasulullah …. maka hendaknya anda wahai pencari kebaikan dan penuntut keselamatan menjadi seorang Muhaddits (Ahli Hadits) atau yang berusaha untuk itu”.
Oleh Ustadz Muhammad Wasitho LC. MA




