• Beranda
  • Cara Belanja
  • Hadiah Langsung
  • Isi Web
  • Tentang Kami
  • Keagenan & Dropship
  • Hubungi Kami
Toko Buku Islam Online Murah Berhadiah | Toko Muslim  | Jual online| Agama Islam| Toko Buku | Buku Online | Buku Islam -  Islamic store Online |  Murah | Grosir dan Eceran
  • BUKU KHUSUS DISKON 30-35%
  • PENERBIT DARULHAQ
  • PENERBIT PUSTAKA IMAM SYAFII
  • PENERBIT PERISAI QURAN QIDS
  • PENERBIT PUSTAKA AZZAM
  • PENERBIT QUBA
  • PENERBIT AL-ITISHOM
  • PENERBIT PUSTAKA AS-SUNNAH
  • PENERBIT PUSTAKA AL-KAUTSAR
  • PENERBIT PUSTAKA IBNU KATSIR
  • PENERBIT ALMAHIRA
  • PENERBIT ROBBANI PRESS
  • PENERBIT DARUSSUNAH
  • PENERBIT PRO-U MEDIA
  • PENERBIT PUSTAKA AT-TAQWA
  • PENERBIT DARUL FALAH
  • PUSTAKA MEDIA TARBIYAH & PUSTAKA IMAM BONJOL
  • PENERBIT PUSTAKA ARAFAH
  • PENERBIT AMANI
  • PENERBIT ERA INTERMEDIA
  • PENERBIT GRIYA ILMU
  • PENERBIT TINTA MAS
  • PENERBIT AKBAR, ZAM-ZAM
  • PENERBIT GIP
  • PENERBIT KHALIFA & SHAFA PUBLIKA
  • PENERBIT PUSTAKA SAHIFA
  • PENERBIT SYAMIL
  • PENERBIT QISTHI PRESS
  • PENERBIT MITRA PUSTAKA
  • PENERBIT KHAZANAH FAWAID
  • PENERBIT REPUBLIKA
  • PENERBIT AT-TIBYAN
  • PENERBIT LAIN  
    • Pustaka Ikadi
    • INDIVA PUSTAKA
    • Penerbit SINAR BARU ALGENSINDO
    • Penerbit Asy-Syifa
    • Penerbit Mutiara Ilmu
    • Penerbit : YLIPP DPP
    • Pustaka Al-Furqon
    • PENERBIT INSAN KAMIL
    • Penerbit MAGHFIRAH PUSTAKA
    • AL-FATIH PRESS
    • Penerbit Zahira
    • Pustaka Imam Adz-Dzahabi
    • ASMA NADIA PUBLISHING
    • Qultum Media
    • Penerbit: Maktabah Muawiyah bin Abi Sufyan
    • Penerbit Katulistiwa
  • ENSIKLOPEDI ISLAMI WIDYA CAHAYA BISA DICICIL
  • Al-QUR'AN
  • BUKU TAUHID/AQIDAH
  • BUKU TAFSIR
  • BUKU FIQIH
  • BUKU HADITS
  • BUKU TAZKIYATUN NAFS
  • BUKU HAROKAH DAN TARBIYAH
  • BUKU AKHLAK
  • BUKU WANITA MUSLIMAH
  • BUKU KELUARGA SAKINAH
  • BUKU SIROH (SEJARAH ISLAM)
  • BUKU MOTIVASI
  • BUKU NOVEL ISLAMI
  • LAIN-LAIN
  • VCD dan DVD Program
  • KAMUS B. ARAB/BELAJAR B. ARAB
  • Beranda
  • Cara Belanja
  • Hadiah Langsung
  • Isi Web
  • Tentang Kami
  • Keagenan & Dropship
  • Hubungi Kami
  • Home
  • Index Berita
  • Keutamaan Menuntut Ilmu dan Adab-Adab Penuntut Ilmu

Information

Categories

  • BUKU KHUSUS DISKON 30-35%
  • PENERBIT DARULHAQ
  • PENERBIT PUSTAKA IMAM SYAFII
  • PENERBIT PERISAI QURAN QIDS
  • PENERBIT PUSTAKA AZZAM
  • PENERBIT QUBA
  • PENERBIT AL-ITISHOM
  • PENERBIT PUSTAKA AS-SUNNAH
  • PENERBIT PUSTAKA AL-KAUTSAR
  • PENERBIT PUSTAKA IBNU KATSIR
  • PENERBIT ALMAHIRA
  • PENERBIT ROBBANI PRESS
  • PENERBIT DARUSSUNAH
  • PENERBIT PRO-U MEDIA
  • PENERBIT PUSTAKA AT-TAQWA
  • PENERBIT DARUL FALAH
  • PUSTAKA MEDIA TARBIYAH & PUSTAKA IMAM BONJOL
  • PENERBIT PUSTAKA ARAFAH
  • PENERBIT AMANI
  • PENERBIT ERA INTERMEDIA
  • PENERBIT GRIYA ILMU
  • PENERBIT TINTA MAS
  • PENERBIT AKBAR, ZAM-ZAM
  • PENERBIT GIP
  • PENERBIT KHALIFA & SHAFA PUBLIKA
  • PENERBIT PUSTAKA SAHIFA
  • PENERBIT SYAMIL
  • PENERBIT QISTHI PRESS
  • PENERBIT MITRA PUSTAKA
  • PENERBIT KHAZANAH FAWAID
  • PENERBIT REPUBLIKA
  • PENERBIT AT-TIBYAN
  • PENERBIT LAIN
    • Pustaka Ikadi
    • INDIVA PUSTAKA
    • Penerbit SINAR BARU ALGENSINDO
    • Penerbit Asy-Syifa
    • Penerbit Mutiara Ilmu
    • Penerbit : YLIPP DPP
    • Pustaka Al-Furqon
    • PENERBIT INSAN KAMIL
    • Penerbit MAGHFIRAH PUSTAKA
    • AL-FATIH PRESS
    • Penerbit Zahira
    • Pustaka Imam Adz-Dzahabi
    • ASMA NADIA PUBLISHING
    • Qultum Media
    • Penerbit: Maktabah Muawiyah bin Abi Sufyan
    • Penerbit Katulistiwa
  • ENSIKLOPEDI ISLAMI WIDYA CAHAYA BISA DICICIL
  • Al-QUR'AN
  • BUKU TAUHID/AQIDAH
  • BUKU TAFSIR
  • BUKU FIQIH
  • BUKU HADITS
  • BUKU TAZKIYATUN NAFS
  • BUKU HAROKAH DAN TARBIYAH
  • BUKU AKHLAK
  • BUKU WANITA MUSLIMAH
  • BUKU KELUARGA SAKINAH
  • BUKU SIROH (SEJARAH ISLAM)
  • BUKU MOTIVASI
  • BUKU NOVEL ISLAMI
  • LAIN-LAIN
  • VCD dan DVD Program
  • KAMUS B. ARAB/BELAJAR B. ARAB

Featured

Ensiklopedi Shalat 3 jilid (1 set). PIS. Diskon 30%
Ensiklopedi Shalat 3 jilid (1 set). PIS. Diskon 30%
Fathul Majid. Darul Haq. Diskon 30%
Fathul Majid. Darul Haq. Diskon 30%
Buku Shahih Sunan Abu Daud (3 jilid lengkap) Pustaka Azzam. Diskon 25%
Buku Shahih Sunan Abu Daud (3 jilid lengkap) Pustaka Azzam. Diskon 25%
Sirah Nabawiyah. Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad Darul Haq. Diskon 30%
Sirah Nabawiyah. Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad Darul Haq. Diskon 30%
ENSIKLOPEDI BiOGRAFI NABI MUHAMMAD DAN TOKOH-TOKOH BESAR ISLAM 8 JILID .(Harga Bisa Nego dan COD JKT
ENSIKLOPEDI BiOGRAFI NABI MUHAMMAD DAN TOKOH-TOKOH BESAR ISLAM 8 JILID .(Harga Bisa Nego dan COD JKT
 Shahih Fikih Sunnah (4 jilid lengkap). Pustaka Azzam. Diskon 30%
Shahih Fikih Sunnah (4 jilid lengkap). Pustaka Azzam. Diskon 30%
Buku Anak Sejarah 25 Nabi Dan Rasul 1 Set 5 Jilid. Perisai Quran. Diskon 30%
Buku Anak Sejarah 25 Nabi Dan Rasul 1 Set 5 Jilid. Perisai Quran. Diskon 30%
Al Umm karya Imam Asy-Syafii Edisi Lengkap 16 Jilid. Pustaka Azzam
Al Umm karya Imam Asy-Syafii Edisi Lengkap 16 Jilid. Pustaka Azzam
Flashdisk Kajian Sunnah. Bonus Ebook Total 990.000 lebih, gratis. Free Ongkir Jabodetabek
Flashdisk Kajian Sunnah. Bonus Ebook Total 990.000 lebih, gratis. Free Ongkir Jabodetabek

Testimonial

Assalamu\'alaikum....alhamdulillah, pesanan buku sudah diterima dalam kondisi... detail
Rusliansyah
Bismillah walhamdulillah, pesanan Al Dzakar dan Al-Quran DarSyafi\'i sudah di... detail
Marhansyah AS
Alhamdullilah paket buku nya sudah sampai.pilihannya.banyak seruu harganya pu... detail
Dini M
Alhamdulillah pesanan saya sudah sampai. Semoga kerjasama ini membawa keberka... detail
Ma\'mun Abu Fatih - [URL]
Alhamdulillah pesanan saya sudah sampai. Semoga kerjasama ini membawa keberka... detail
Ma\'mun Abu Fatih - [URL]
Pak Rizki, alhamdulillah td paket bukunya sdh smpe k rmah sy. trimakasih skal... detail
hentaikuindo - [URL]
Assalamualaikum. Alhamdulillah buku pesanan Atlas Walisongo sudah saya terima... detail
Budiman
Bukunya sudah saya terima. Sukran
Suryanugraha (Ciputat)
Assalamu alaikum ww. Paket Sovenir almatsuratnya sdh nyampe, terimakasih
Erdinawati
Alhamdulilah.. buku pesanan cepat banget sampenya kirim tgl 18 nov, tgl 19 sd... detail
Tanti

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Mas Rizki, paket sudah s...

detail
Pandji Aryorifa
bkunya benar2 komplit harganya terjangkau selainitu adminya juga ramah, bnr2 ... detail
BAYU - [URL]
Asslam, Saya nak lihat 5-7 mukasurat isi dalam buku Ensiklopedia Hadiths
REDZUAN RAFIE
Assalam, Saya nak lihat 5-7 mukasurat isi di dalam buku tersebut
REDZUAN RAFIE
Terimakasih buku sudah sampai
Apung
Mau beli buku fiqih empat madzhab penerbit hasyimi gmn caranya ya?minta no te... detail
Asmara putra sejati
» lihat testimonial
» isi testimonial

Download

  • Katalog Pustaka Imam Syafii Sebelum Diskon
  • Katalog Pustaka Azzam
  • Katalog Pustaka Ibnu Umar Sebelum Diskon
  • Katalog Pustaka Imam Bonjol

Berita

Nasihat tentang Kematian

23 September 2020

Sobat Bukuilmu, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah pada suatu hari menasihati para sahabatnya: “Jika kalian melewati kuburan, panggillah mereka, jika engkau bisa memanggil. Lihatlah, betapa sempitnya tempat tinggal mereka. Tanyakanlah kepada orang-orang kaya dari mereka, masih tersisakah kekayaan mereka?  Tanyakan pula kepada orang-orang miskin di antara mereka, masih tersisakah kemiskinan mereka? Tanyakanlah tentang lisan-lisan yang dengannya mereka berbicara, tentang sepasang mata yang dengannya mereka melihat. Tanyakan pula tentang kulit dan tubuh mereka, apa yang diperbuat oleh ulat-ulat di balik kafan-kafan mereka? ... detail

Pemuda adalah generasi harapan bangsa.

23 September 2020

Sobat Bukuilmu, Pemuda memiliki andil besar dalam sejarah kebangkitan sebuah bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada kondisi para pemudanya. Jika pemudanya memiliki jiwa yang maju, jiwa besar, dan akhlak/karakter yang unggul, maka bangsa itu akan maju, besar dan mampu memimpin peradaban dunia. Sebaliknya, jika pemudanya menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi bertentangan dengan nilai-nilai agama, seperti mabuk-mabukan, narkoba, tawuran, main game, pornografi, dan pornoaksi, tidak memiliki kepedulian sosial, maka masa depan bangsa itu akan suram.   ... detail

4 Kunci Keberkahan dan Kebahagiaan Hidup

16 September 2020

Sobat Bukuilmu.com, Setiap muslim di muka bumi ini pasti menginginkan kehidupan yang bahagia, penuh dengan keberkahan, keamanan, kelapangan dan keridoan Allah SWT baik di dunia apalagi di akhirat kelak. Harta yang berkah, keluarga yang solih, pekerjaan yang nyaman, lingkungan yang baik, pemerintah yang adil, dan tempat tinggal yang aman dari bencana dan marabahaya. Semua itu dapat diperoleh seorang muslim ketika ia mengikuti tuntunan Allah Swt dalam kehidupan. ... detail

Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19

18 Maret 2020

Sahabat Bukuilmu.com, Wabah virus corona membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait virus corona jenis baru atau Covid-19. Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 mengatur penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah Covid-19. Ringkasnya bisa dilihat pada poin2 berikut ini: ... detail

Smart Edu : Bisnis Dunia  Pendidikan Dan Solusi Anak Cerdas

27 Agustus 2019

Apakah ini permasalahan Bpk/Ibu Sekalian: 🎯 *Anak anda malas berlajar?* 🎯 *Tidak pernah rangking kelas?* 🎯 *Nilai Matematikanya jeblok ?* 🎯 *Hafalan"nya Payah?* 🎯 *Lebih suka main Game* 🎯 *Sering Bermain HP* ... detail

Semangat Ibadah di 10 hari terakhir Ramadan

1 Juni 2019

Saat ini kita berada di 10 hari terakhir bulan Ramadan, tepatnya tgl 23 Ramadan, tidak terasa bulan yang yang penuh dengan kebaikan, keberkahan, Rahmat dan Magfirah dari Allah ini akan pergi meninggalkan kita. Bulan yang sangat dinanti-nanti dan dicintai oleh orang-orang yang soleh, hamba-hamba Allah yang beriman. para Sahabat ra menangis apabila hendak berpisah dengan bulan suci Ramadhan, mereka takut jika tidak mendapatkan ampunan karena Jika pada bulan Ramadhan saja seseorang tidak mendapatkan ampunan apalagi pada bulan-bulan yang lain. ... detail

Tips Menyambut Bulan Ramadhan

2 Mei 2019

Saat ini kita berada di bulan Syaban, tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Betapa berbahagianya hati orang yang beriman, jika usianya disampaikan kempali pada bukan Ramadan, bulan yang penuh dengan kebaikan, keberkahan, Rahmat dan Magfirah dari Allah. Bulan yang dirindukan oleh orang-orang yang soleh. Bulan Ramadan, bulan dimana Nilai ibadah dilipatgandakan, do’a-do’a dikabulkan, dosa2 diampuni, pintu surga dibuka, sementara pintu neraka ditutup. Sungguh rugi orang yang tidak dapat bertemu dengan bulan ramadan, namun akan lebih rugi lagi bagi mereka yang menjumpainya, namun tidak mengisinya dengan kebaikan dan ibadah kepada Allah SWT. ... detail

» index berita
bukuilmu.com

Keutamaan Menuntut Ilmu dan Adab-Adab Penuntut Ilmu

20 Maret 2014
Share
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan via WhatsApp
Salin Tautan Artikel

Keutamaan Menuntut Ilmu dan Adab-Adab Penuntut Ilmu


Diantara perkara mulia yang hendaknya menjadi kesibukan kita adalah menuntut ilmu syar’i yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena ilmu yang bersumber dari keduanya adalah cahaya dan pelita bagi pemiliknya, sehingga nampak jelas baginya kegelapan kebatilan dan kesesatan. Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. Maka ilmu adalah perkara mulia yang hendaknya menjadi perhatian setiap muslim, perkara yang harus diutamakan. Karena ilmu itu lebih didahulukan daripada perkataan dan perbuatan. Sebagaimana firman Allah ta’ala :

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ  [محمد:19]

“Ketauhilah, sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan mintalah ampun atas dosa-dosamu.”  [Muhammad : 16]

Didalam ayat diatas Allah lebih mendahulukan ilmu daripada perkataan dan perbuatan.

 

Dalil-Dalil Keutamaan Ilmu Dari al Qur’an

Terdapat banyak dalil, baik dari Kitabullah maupun Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelasakan tentang keutamaan, keagungan serta ketinggian ilmu. Diantaranya adalah :

Pertama : Firman Allah ta’ala :

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ [آل عمران:18]

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Ali Imraan : 18]

Ayat ini menunjukkan akan keutamaan ilmu, karena Allah ta’ala telah menggandengan persaksian para ulama’ dengan persaksian-Nya dan persaksian para malaikat, bahwa Dia adalah sesembahan yang benar, yang berhak diibadahi, tidak ada Ilah yang benar melainkan Dia.

Kedua : Firman Allah ta’ala :

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا  [طه:114]

“Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad) tambahkanlah ilmu kepadaku.” [Thaaha : 114]

Allah ta’ala memerintahkan NabiNya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta kepadaNya tambahan ilmu. Ini adalah dalil yang sangat jelas akan keutamaan menuntut ilmu, karena tidaklah Allah perintahkan kepada beliau untuk meminta tambahan sesuatu kecuali hanya tambahan ilmu.

Ketiga : Allah ta’ala ketika menjelaskan keutamaan ilmu serta keagungan kemuliaannya berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ  [الزمر:9]

“Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu.” [Az Zumar : 9]

Dalam ayat ini Allah ta’ala membedakan antara ahlul ilmi dengan selainnya. Dia menjelasakan bahwa tidaklah sama antara orang yang tahu kebenaran dengan orang yang jahil akan kebenaran.

Keempat : Allah ta’ala menjelaskan tentang kemuliaan ahlul ilmi serta keutamaan mereka dalam firman-Nya :

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ [فاطر:28]

“Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah diantara para hamba-Nya adalah para ulama’.” [Faathir : 28]

Didalam ayat ini Allah ta’ala menerangkan bahwa ulama’ yang haqiqi adalah orang yang takut kepada Allah (ahlul khosyah).

Dalil-Dalil Keutamaan Ilmu Dari As Sunnah

Kita dapati banyak sekali dali-dalil yang besumber dari al Qur’an yang menunjukkan akan keutamaan ilmu. Demikian pula dalil-dalil yang berasal dari As Sunnah An Nabawiyah dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya adalah :

Pertama : Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka untuk menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga. Tidaklah berkumpul suatu kaum disalah satu masjid diantara masjid-masjid Allah, mereka membaca Kitabullah serta saling mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenangan  dan rahmat serta diliputi oleh para malaikat. Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan para malaikat.”

Kedua : Sebuah hadits yang ada di shahihain dari Muawiyah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, niscana akan difahamkan tentang urusan agamanya.”

Hadits ini menunjukkan bahwa seorang hamba yang memiki semangat dan perhatian dalam menuntut ilmu merupakan salah satu tanda yang menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan baginya. Karena siapa saja yang Allah kehendaki padanya kebaikan maka akan difahamkan dalam urusan agamanya.

Ketiga : Hadits yang dikeluarkan oleh Abu Dawud dan yang lainnya, dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ، وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan tunjukkan baginya salah satu jalan dari jalan-jalan menuju ke surga. Sesungguhnya malaikat meletakan syap-sayap mereka sebagai bentuk keridhaan terhadap penuntut ilmu.Sesungguhnya semua yang ada di langit dan di bumi meminta ampun untuk seorang yang berilmu sampai ikan yang ada di air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah sebagaimana keutamaan bulan purnama terhadap semua bintang. Dan sesungguhnya para ulama’ adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya mereka tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil bagian ilmu maka sungguh dia telah mengambil bagian yang berharga.”

Ini adalah hadits yang sangat agung. Berisi penjelasan tentang keutamaan ilmu, kemuliaan ahlul ilmi dan pahala mereka disisi Allah ta’ala. Hadits diatas mengandung lima kalimat, setiap kalimatnya menunjukkan akan keutamaan ahlul ilmi dan tingginya kedudukan mereka disisi Allah ta’ala. Oleh karena itu ImamAl Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah memiliki tulisan khusus yang menjelaskan hadits ini.

Keempat : Diantara hadits shahih yang menjelaskan tentang keutamaan dan kemuliaan menuntut ilmu adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalan : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan dia.” [HR. Muslim].

Hadits ini menunjukkan atas agungnya keutamaan ilmu dan pahala mengajarkan ilmu, baik lewat kajian maupun tulisan. Karena hal tersebut akan mmbuahkan pahala yang besar untuk manusia baik dimasa hidupnya maupun setelah kematiannya. Amalannya tidak akan terputus meskipun dia sudah meninggal dunia, bahkan pahala dan ganjaran dari Allah ta’ala senantiasa mengalir kepadanya selama ilmu yang dia ajarkan dimanfaatkan oleh manusia. Ini merupakan perkara kedua yang Allah catat dan tetapkan untuk manusia. Karena Allah ta’ala menulis amal manusia yang dikerjakan semasa hidupnya serta menulis bekas (atsar) dari amalannya tersebut setelah kematiannya. Allah ta’ala berfirman :

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ  [يس:12]

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.” [Yasin : 12]

Maka yang dicatat oleh Allah ta’ala adalah amalan seorang hamba dan bekas dari amalannya. Atsar dari amalan seseorang ada pada saat dia hidup maupun setelah kematiannya. Oleh karena itu pahala para ulama’ yang telah meninggalkan dan mewariskan ilmu dari karya tulis mereka senantiasa mengalir kepada mereka selama manusia mengambil manfaat dari kitab dan tulisan mereka.

Kelima : Diantara hadits yang menunjukkan akan keutamaan ilmu dan mengajarkannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Orang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”

Didalam hadits ini terdapat penetapan kebaikan bagi orang yang menyibukkan dirinya dengan Kitabullah dengan mempelajari atau mengajarkannya. Oleh karena itu mereka termasuk orang terbaik dari umat ini. Telah datang hadits dari shahih Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al Qur’an dan menurunkan derajat kaum yang lain dengannya.”

Keenam : Telah datang keterangan bahwa Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan kecerahan wajah bagi orang yang memiliki perhatian terhadap ilmu, berusaha memahami, mempelajari dan mengajarkannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ

“Semoga Allah mencerahkan wajah seseorang yang mendengarkan hadits, lalu menghafal dan menyampaikannya. Betapa banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham darinya. Dan betapa banyak orang yang membawa fiqih namun dia bukan seorang yang faqih.”

Kandungan hadits ini menunjukkan akan keutamaan ilmu, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a dengan do’a yang agung dan berbarakah bagi ahlul ilmi dan penuntut ilmu.

Ringkasnya, ada banyak dalil yang menunjukkan akan keutamaan dan kemuliaan ilmu. Maka selayaknya seorang muslim dan muslimah untuk bersungguh-sungguh memperhatikan dan memanfaatkan waktunya dijalan ilmu. Hendaknya dia selalu memiliki bagian dari menuntut ilmu dalam perjalanan harian dia. Oleh karena itu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap kali selesai dari melaksanakan shalat subuh beliau senantiasa berdo’a :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah sesungguhnya saya minta kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rizqi yang baik dan amalan yang diterima.”

Do’a yang senantiasa beliau ucapkan setiap harinya setelah shalat subuh ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu yang bermanfaat termasuk tujuan terbesar seorang muslim disetiap perjalanan waktu hariannya. Dan sesungguhnya menuntut ilmu lebih didahulukan daripada mencari rizqi dan beramal. Karena ilmu itu sebagai dasar dan pondasi yang dapat membedakan antara rizqi yang baik dan buruk, anatara amal shalih dan amal tidak shalih. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya benar-benar memiliki perhatian terhadap waktunya, dia gunakan untuk menuntut ilmu supaya setiap hari dia mendapatkan bagian dari ilmu.

Adab-Adab Penuntut Ilmu

Setelah seorang penuntut ilmu mengetahui dan memahami akan keutamaan menuntut ilmu, maka hendaknya dia memiliki perhatian yang besar terhadap permasalahan adab-adab penuntut ilmu, diantaranya adalah :

 Pertama : Ikhlas

Seorang penuntut ilmu dalam mencari ilmu hedaknya punya perhatian besar terhadap keikhlasan niat dan tujuanya dalam mencari ilmu, yaitu hanya untuk Allah ta’ala. Karena menuntut ilmu adalah ibadah, dan yang namanya ibadah tidak akan diterima kecuali jika ditujukan hanya untuk Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ  [البينة:5]

“Dan mereka tidaklah diperintahkan melainkan hanya untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan amalan mereka.” [Al Baiyinah : 5]

Didalam shahihain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan memperolah pahala sesuai dengan apa yang dia niatkan.”

Nabi shallallahu ‘alaihiwa sallam juga bersabda dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :

إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk wajah dan harta kalian, namun yang Dia lihat adalah hati dan amalan kalian.”

Oleh karena itu seseorang yang punya cita-cita yang tinggi dalam mencari dan memperoleh ilmu hendaknya punya perhatian yang besar terhadap keihklasan niat. Karena niat yang ikhlas merupakan sebab akan barakahnya ilmu dan amal. Sebagaimana perkataan sebagian salaf :

رُبَّ عملٍ صغير تكثِّره النية ، ورُبَّ عملٍ كثير تصغره النية

“Betapa banyak amalan kecil menjadi besar karena niatnya dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil karena niatnya pula.”

Maka setiap orang yang telah diberi taufiq oleh Allah untuk bisa berjalan diatas jalan ilmu hendaknya waspada terhadap niat yang rusak dan selalu berusaha untuk menjadikan niatnya dalam menuntut ilmu hanya mengharapkan keridhaan dan wajah Allah ta’ala.

Kedua : Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

Sesungguhnya seorang hamba butuh kepada kesungguhan dan semangat untuk memperoleh ilmu. Dia paksa jiwanya untuk jauh dari sifat lemah dan malas. Oleh karena itu Nabi kita yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari sifat lemah dan malas. Karena malas akan menyebabkan terhalanginya seseorang dari mendapatkan kebaikan yang banyak. Dan sebaliknya dengan kesungguhan akan diperoleh banyak keutamaan. Sebagaimana perkataan yang ada dalam suatu syair :

الجَدُّبالجِدِّ والحرمانُ بالكسلِ                      فانصَبْ تُصِب عن قريبٍ غايةَ الأملِ

Maksudnya adalah bahwa bagian besar dan berharga dari ilmu  tidak akan diraih kecuali dengan kesungguhan. Adapun sifat malas dan lemah hanya akan menghalangi seseorang dari mendapatkan ilmu. Oleh karena itu seorang penuntut ilmu handaknya mengerahkan segala upaya untuk memaksa jiwanya dalam meraih ilmu. Sebagaimana firman Allah ta’ala :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ [العنكبوت:69] .

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dijalan Kami nisacaya Kami akan tunjukkan kepadanya jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.” [Al Ankabut : 69]

Ketiga : Meminta pertolongan kepada Allah ta’ala.

Ini adalah diantara perkara penting yang harus diperhatiakan oleh seorang penuntut ilmu, bahkan perkara ini adalah dasar yang harus ada pada seorang penuntut ilmu , yaitu beristi’anah atau meminta pertolongan kepada Allah ta’ala untuk bisa meraih ilmu. Telah berlalu sebelumnya firman Allah ta’ala :

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا  [طه:114]

“Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad), ya Rabb tambahkanlah ilmu kepadaku.” [Thaaha : 11]

Telah kita ketahui juga bahwa Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari setelah selesai shalat subuh berdo’a kepada Allah :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah sesungguhnya saya minta kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rizqi yang baik dan amalan yang diterima.”

Maka seorang penuntut ilmu hendaknya selalau beristi’anah kepada Allah, meminta pertolongan dan taufiq kepadaNya. Allah ta’ala berfirman :

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ  [النور:21]

“Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.” [An Nur : 21]

Dalam ayat yang lain Dia juga berfirman :

وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ [الحجرات:7]

“Akan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” [Al Hujurat : 7]

Keempat : Mengamalkan ilmu.

Seorang penuntut ilmu harus punya perhatian serius terhadap perkara mengamalkan ilmu. Karena tujuan dari menuntut ilmu adalah untuk diamalkan. Ali radhiyallahu ‘anhu berkata :

يهتف بالعلم العمل ، فإن أجابه وإلا ارتحل

“Ilmu akan mengajak pemiliknya untuk beramal, jika dia penuhi ajakan tersebut ilmunya akan tetap ada, namun jika tidak maka ilmunya akan hilang.”

Oleh sebab itu seorang penuntut ilmu harus benar-benar berusaha mengamalkan ilmunya. Adapun jika yang dialakukan hanya mengumpulkan ilmu namun berpaling dari beramal, maka ilmunya akan menjadi mencelakannya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“Al Qur’an bisa menjadi penolong bagimu atau justru bisa mencelakakanmu.”

Menjadi penolongmu jika Engkau mengamalkannya, dan mencelakakanmu jika Engkau tidak mengamalkannya.

Kelima : Berhias dengan akhlaq mulia.

Seorang penuntut ilmu hendaknya menghiasi dirinya dengan akhlaq mulia seperti, lemah lembut, tenang, santun dan sabar. Karena sifat-sifat tersebut termasuk akhlaq mulia. Para ulama’ telah menulis banyak kitab tentang adab seorang penuntut ilmu. Diantara kitab ringkas yang telah mereka tulis adalah kitab “Hilyah Thalabil Ilmi” buah karya Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah. Kitab ini adalah kitab yang sangat bermanfaat dan berfaedah yang menjelaskan tentang adab-adab penuntut ilmu.

Keenam : Mendakwahkan ilmu.

Jika seorang penuntut ilmu mendapatkan taufiq untuk bisa mengambil manfaat dari ilmunya, hendaknya dia juga bersemangat untuk menyampaikan ilmu dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Dalam rangka mengamalkan firman Allah ta’ala :

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) [سورة العصر]

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”  [Al Ashr :1-3]

Didalam ayat yang mulia ini, Allah ta’ala bersumpah bahwa manusia semunya mengalami kerugian, tidak ada seorangpun yang selamat dari kerugian kecuali orang yang beriman, berilmu, mengamalkan ilmunya, mendakwahkannya kepada orang lain serta bersabar atas gangguan yang menimpanya.

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa kedudukan ilmu dan beramal dengannya itu bertingkat-tingkat. Sebagaimana dinukil oleh Adz Dzahabi rahimahullah di Siyaru A’laamin Nubalaa dari Muhammad bin An Nadhr, dia berkata :

أول العلم الاستماع والإنصات ، ثم حفظه، ثم العمل به ، ثم بثه

“Ilmu yang pertama kali adalah mendengar dan diam, kemudian menghafal, mengamalkan lalu menyebarkannya.”

Orang yang menyebarkan ilmu akan memperoleh pahala yang besar, karena setiap kali ada orang yang mengambil faedah dari ilmu yang dia sebarkan dan dakwahkan akan dicatat baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengamalkan dakwahnya tersebut. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk maka baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun juga.”


Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barangsiapa yang menunjukkan kebaikan maka baginya ada pahala sebagaimana orang yang melakukannya.”

Maka setiap kali ada orang yang mengambil manfaat dari ilmunya maka akan dicatat pahala baginya. Tidak diragukan bahwa ini menunjukkan akan keutamaan mengajarkan ilmu dan memberi manfaat kepada manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ

 “Allah memberikan petunjuk kepada satu orang disebabkan karena kamu, maka hal itu lebih baik dari pada onta merah (harta yang paling mahal).”

Kita meminta kepada Allah, Rabb arsy yang agung, kita meminta dengan menyebut nama-namanya yang indah dan sifat-sifatnya yang tinggi agar menganugerahkan kita semua ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Menunjuki kita kepada jalan-Nya yang lurus, memperbaiki semua keadaan kita dan tidak membiarkan kita bersandar pada diri kita sendiri meskipun hanya sesaat.

Alhamdulillah Rabbil Alamin

Diterjemahkan secara bebas dari transkrip muhadharah Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr hafidzahumallah فَضْلُ طلَبِ الْعِلْمِ وَآدَابُ طُلَّابِ


Baca juga

Nasihat tentang Kematian
23 September 2020
Nasihat tentang Kematian
Sobat Bukuilmu, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah pada suatu hari menasihati para sahabatnya: “Jika kalian melewati kuburan, panggillah mereka, jika engkau bisa memanggil. Lihatlah, betapa sempitnya tempat tinggal mereka. Tanyakanlah kepada orang-orang kaya dari mereka, masih tersisakah kekayaan mereka?  Tanyakan pula kepada orang-orang miskin di antara mereka, masih tersisakah kemiskinan mereka? Tanyakanlah tentang lisan-lisan yang dengannya mereka berbicara, tentang sepasang mata yang dengannya mereka melihat. Tanyakan pula tentang kulit dan tubuh mereka, apa yang diperbuat oleh ulat-ulat di balik kafan-kafan mereka?
Pemuda adalah generasi harapan bangsa.
23 September 2020
Pemuda adalah generasi harapan bangsa.
Sobat Bukuilmu, Pemuda memiliki andil besar dalam sejarah kebangkitan sebuah bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada kondisi para pemudanya. Jika pemudanya memiliki jiwa yang maju, jiwa besar, dan akhlak/karakter yang unggul, maka bangsa itu akan maju, besar dan mampu memimpin peradaban dunia. Sebaliknya, jika pemudanya menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi bertentangan dengan nilai-nilai agama, seperti mabuk-mabukan, narkoba, tawuran, main game, pornografi, dan pornoaksi, tidak memiliki kepedulian sosial, maka masa depan bangsa itu akan suram.  
4 Kunci Keberkahan dan Kebahagiaan Hidup
16 September 2020
4 Kunci Keberkahan dan Kebahagiaan Hidup
Sobat Bukuilmu.com, Setiap muslim di muka bumi ini pasti menginginkan kehidupan yang bahagia, penuh dengan keberkahan, keamanan, kelapangan dan keridoan Allah SWT baik di dunia apalagi di akhirat kelak. Harta yang berkah, keluarga yang solih, pekerjaan yang nyaman, lingkungan yang baik, pemerintah yang adil, dan tempat tinggal yang aman dari bencana dan marabahaya. Semua itu dapat diperoleh seorang muslim ketika ia mengikuti tuntunan Allah Swt dalam kehidupan.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19
18 Maret 2020
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19
Sahabat Bukuilmu.com, Wabah virus corona membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait virus corona jenis baru atau Covid-19. Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 mengatur penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah Covid-19. Ringkasnya bisa dilihat pada poin2 berikut ini:
Smart Edu : Bisnis Dunia  Pendidikan Dan Solusi Anak Cerdas
27 Agustus 2019
Smart Edu : Bisnis Dunia  Pendidikan Dan Solusi Anak Cerdas
Apakah ini permasalahan Bpk/Ibu Sekalian: 🎯 *Anak anda malas berlajar?* 🎯 *Tidak pernah rangking kelas?* 🎯 *Nilai Matematikanya jeblok ?* 🎯 *Hafalan"nya Payah?* 🎯 *Lebih suka main Game* 🎯 *Sering Bermain HP*
Information
  • Beranda
  • Cara Belanja
  • Hadiah Langsung
  • Isi Web
  • Tentang Kami
  • Keagenan & Dropship
  • Hubungi Kami
  Pembayaran
  • BSI

    No. rek 7006157445
    a.n Rizki Fauzan H

  • Muamalat

    No. rek 3060015024
    a.n. Rizki Fauzan H

  • Mandiri

    No. rek 1200011897704
    a.n. Rizki Fauzan H

  Customer Service
  •  085216777857
  •  085883483034
  •  085216777857
  •  rizan_1982@yahoo.com
  Tentang Kami
  •  @rizkifauzanh
  •  FanPage BukuIlmu
  •  @RizkiF_Hasibuan
  •  @bukuilmu
  •  Channel BukuIlmu
  •  Jl. STM Walang Jaya No. 9 Rt. 11 Rw. 03 Tugu Selatan Koja Jakarta utara (lihat peta) Smile

©2011 www.Bukuilmu.com
Toko Online
Top