• Beranda
  • Cara Belanja
  • Hadiah Langsung
  • Isi Web
  • Tentang Kami
  • Keagenan & Dropship
  • Hubungi Kami
Toko Buku Islam Online Murah Berhadiah | Toko Muslim  | Jual online| Agama Islam| Toko Buku | Buku Online | Buku Islam -  Islamic store Online |  Murah | Grosir dan Eceran
  • BUKU KHUSUS DISKON 30-35%
  • PENERBIT DARULHAQ
  • PENERBIT PUSTAKA IMAM SYAFII
  • PENERBIT PERISAI QURAN QIDS
  • PENERBIT PUSTAKA AZZAM
  • PENERBIT QUBA
  • PENERBIT AL-ITISHOM
  • PENERBIT PUSTAKA AS-SUNNAH
  • PENERBIT PUSTAKA AL-KAUTSAR
  • PENERBIT PUSTAKA IBNU KATSIR
  • PENERBIT ALMAHIRA
  • PENERBIT ROBBANI PRESS
  • PENERBIT DARUSSUNAH
  • PENERBIT PRO-U MEDIA
  • PENERBIT PUSTAKA AT-TAQWA
  • PENERBIT DARUL FALAH
  • PUSTAKA MEDIA TARBIYAH & PUSTAKA IMAM BONJOL
  • PENERBIT PUSTAKA ARAFAH
  • PENERBIT AMANI
  • PENERBIT ERA INTERMEDIA
  • PENERBIT GRIYA ILMU
  • PENERBIT TINTA MAS
  • PENERBIT AKBAR, ZAM-ZAM
  • PENERBIT GIP
  • PENERBIT KHALIFA & SHAFA PUBLIKA
  • PENERBIT PUSTAKA SAHIFA
  • PENERBIT SYAMIL
  • PENERBIT QISTHI PRESS
  • PENERBIT MITRA PUSTAKA
  • PENERBIT KHAZANAH FAWAID
  • PENERBIT REPUBLIKA
  • PENERBIT AT-TIBYAN
  • PENERBIT LAIN  
    • Pustaka Ikadi
    • INDIVA PUSTAKA
    • Penerbit SINAR BARU ALGENSINDO
    • Penerbit Asy-Syifa
    • Penerbit Mutiara Ilmu
    • Penerbit : YLIPP DPP
    • Pustaka Al-Furqon
    • PENERBIT INSAN KAMIL
    • Penerbit MAGHFIRAH PUSTAKA
    • AL-FATIH PRESS
    • Penerbit Zahira
    • Pustaka Imam Adz-Dzahabi
    • ASMA NADIA PUBLISHING
    • Qultum Media
    • Penerbit: Maktabah Muawiyah bin Abi Sufyan
    • Penerbit Katulistiwa
  • ENSIKLOPEDI ISLAMI WIDYA CAHAYA BISA DICICIL
  • Al-QUR'AN
  • BUKU TAUHID/AQIDAH
  • BUKU TAFSIR
  • BUKU FIQIH
  • BUKU HADITS
  • BUKU TAZKIYATUN NAFS
  • BUKU HAROKAH DAN TARBIYAH
  • BUKU AKHLAK
  • BUKU WANITA MUSLIMAH
  • BUKU KELUARGA SAKINAH
  • BUKU SIROH (SEJARAH ISLAM)
  • BUKU MOTIVASI
  • BUKU NOVEL ISLAMI
  • LAIN-LAIN
  • VCD dan DVD Program
  • KAMUS B. ARAB/BELAJAR B. ARAB
  • Beranda
  • Cara Belanja
  • Hadiah Langsung
  • Isi Web
  • Tentang Kami
  • Keagenan & Dropship
  • Hubungi Kami
  • Home
  • Index Berita
  • Khutbah Idul Fitri 1434 H : Meraih Kemenangan Hakiki Pasca Ramadan

Information

Categories

  • BUKU KHUSUS DISKON 30-35%
  • PENERBIT DARULHAQ
  • PENERBIT PUSTAKA IMAM SYAFII
  • PENERBIT PERISAI QURAN QIDS
  • PENERBIT PUSTAKA AZZAM
  • PENERBIT QUBA
  • PENERBIT AL-ITISHOM
  • PENERBIT PUSTAKA AS-SUNNAH
  • PENERBIT PUSTAKA AL-KAUTSAR
  • PENERBIT PUSTAKA IBNU KATSIR
  • PENERBIT ALMAHIRA
  • PENERBIT ROBBANI PRESS
  • PENERBIT DARUSSUNAH
  • PENERBIT PRO-U MEDIA
  • PENERBIT PUSTAKA AT-TAQWA
  • PENERBIT DARUL FALAH
  • PUSTAKA MEDIA TARBIYAH & PUSTAKA IMAM BONJOL
  • PENERBIT PUSTAKA ARAFAH
  • PENERBIT AMANI
  • PENERBIT ERA INTERMEDIA
  • PENERBIT GRIYA ILMU
  • PENERBIT TINTA MAS
  • PENERBIT AKBAR, ZAM-ZAM
  • PENERBIT GIP
  • PENERBIT KHALIFA & SHAFA PUBLIKA
  • PENERBIT PUSTAKA SAHIFA
  • PENERBIT SYAMIL
  • PENERBIT QISTHI PRESS
  • PENERBIT MITRA PUSTAKA
  • PENERBIT KHAZANAH FAWAID
  • PENERBIT REPUBLIKA
  • PENERBIT AT-TIBYAN
  • PENERBIT LAIN
    • Pustaka Ikadi
    • INDIVA PUSTAKA
    • Penerbit SINAR BARU ALGENSINDO
    • Penerbit Asy-Syifa
    • Penerbit Mutiara Ilmu
    • Penerbit : YLIPP DPP
    • Pustaka Al-Furqon
    • PENERBIT INSAN KAMIL
    • Penerbit MAGHFIRAH PUSTAKA
    • AL-FATIH PRESS
    • Penerbit Zahira
    • Pustaka Imam Adz-Dzahabi
    • ASMA NADIA PUBLISHING
    • Qultum Media
    • Penerbit: Maktabah Muawiyah bin Abi Sufyan
    • Penerbit Katulistiwa
  • ENSIKLOPEDI ISLAMI WIDYA CAHAYA BISA DICICIL
  • Al-QUR'AN
  • BUKU TAUHID/AQIDAH
  • BUKU TAFSIR
  • BUKU FIQIH
  • BUKU HADITS
  • BUKU TAZKIYATUN NAFS
  • BUKU HAROKAH DAN TARBIYAH
  • BUKU AKHLAK
  • BUKU WANITA MUSLIMAH
  • BUKU KELUARGA SAKINAH
  • BUKU SIROH (SEJARAH ISLAM)
  • BUKU MOTIVASI
  • BUKU NOVEL ISLAMI
  • LAIN-LAIN
  • VCD dan DVD Program
  • KAMUS B. ARAB/BELAJAR B. ARAB

Featured

Ensiklopedi Shalat 3 jilid (1 set). PIS. Diskon 30%
Ensiklopedi Shalat 3 jilid (1 set). PIS. Diskon 30%
Fathul Majid. Darul Haq. Diskon 30%
Fathul Majid. Darul Haq. Diskon 30%
Buku Shahih Sunan Abu Daud (3 jilid lengkap) Pustaka Azzam. Diskon 25%
Buku Shahih Sunan Abu Daud (3 jilid lengkap) Pustaka Azzam. Diskon 25%
Sirah Nabawiyah. Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad Darul Haq. Diskon 30%
Sirah Nabawiyah. Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad Darul Haq. Diskon 30%
ENSIKLOPEDI BiOGRAFI NABI MUHAMMAD DAN TOKOH-TOKOH BESAR ISLAM 8 JILID .(Harga Bisa Nego dan COD JKT
ENSIKLOPEDI BiOGRAFI NABI MUHAMMAD DAN TOKOH-TOKOH BESAR ISLAM 8 JILID .(Harga Bisa Nego dan COD JKT
 Shahih Fikih Sunnah (4 jilid lengkap). Pustaka Azzam. Diskon 30%
Shahih Fikih Sunnah (4 jilid lengkap). Pustaka Azzam. Diskon 30%
Buku Anak Sejarah 25 Nabi Dan Rasul 1 Set 5 Jilid. Perisai Quran. Diskon 30%
Buku Anak Sejarah 25 Nabi Dan Rasul 1 Set 5 Jilid. Perisai Quran. Diskon 30%
Al Umm karya Imam Asy-Syafii Edisi Lengkap 16 Jilid. Pustaka Azzam
Al Umm karya Imam Asy-Syafii Edisi Lengkap 16 Jilid. Pustaka Azzam
Flashdisk Kajian Sunnah. Bonus Ebook Total 990.000 lebih, gratis. Free Ongkir Jabodetabek
Flashdisk Kajian Sunnah. Bonus Ebook Total 990.000 lebih, gratis. Free Ongkir Jabodetabek

Testimonial

Assalamu\'alaikum....alhamdulillah, pesanan buku sudah diterima dalam kondisi... detail
Rusliansyah
Bismillah walhamdulillah, pesanan Al Dzakar dan Al-Quran DarSyafi\'i sudah di... detail
Marhansyah AS
Alhamdullilah paket buku nya sudah sampai.pilihannya.banyak seruu harganya pu... detail
Dini M
Alhamdulillah pesanan saya sudah sampai. Semoga kerjasama ini membawa keberka... detail
Ma\'mun Abu Fatih - [URL]
Alhamdulillah pesanan saya sudah sampai. Semoga kerjasama ini membawa keberka... detail
Ma\'mun Abu Fatih - [URL]
Pak Rizki, alhamdulillah td paket bukunya sdh smpe k rmah sy. trimakasih skal... detail
hentaikuindo - [URL]
Assalamualaikum. Alhamdulillah buku pesanan Atlas Walisongo sudah saya terima... detail
Budiman
Bukunya sudah saya terima. Sukran
Suryanugraha (Ciputat)
Assalamu alaikum ww. Paket Sovenir almatsuratnya sdh nyampe, terimakasih
Erdinawati
Alhamdulilah.. buku pesanan cepat banget sampenya kirim tgl 18 nov, tgl 19 sd... detail
Tanti

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Mas Rizki, paket sudah s...

detail
Pandji Aryorifa
bkunya benar2 komplit harganya terjangkau selainitu adminya juga ramah, bnr2 ... detail
BAYU - [URL]
Asslam, Saya nak lihat 5-7 mukasurat isi dalam buku Ensiklopedia Hadiths
REDZUAN RAFIE
Assalam, Saya nak lihat 5-7 mukasurat isi di dalam buku tersebut
REDZUAN RAFIE
Terimakasih buku sudah sampai
Apung
Mau beli buku fiqih empat madzhab penerbit hasyimi gmn caranya ya?minta no te... detail
Asmara putra sejati
» lihat testimonial
» isi testimonial

Download

  • Katalog Pustaka Imam Syafii Sebelum Diskon
  • Katalog Pustaka Azzam
  • Katalog Pustaka Ibnu Umar Sebelum Diskon
  • Katalog Pustaka Imam Bonjol

Berita

Nasihat tentang Kematian

23 September 2020

Sobat Bukuilmu, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah pada suatu hari menasihati para sahabatnya: “Jika kalian melewati kuburan, panggillah mereka, jika engkau bisa memanggil. Lihatlah, betapa sempitnya tempat tinggal mereka. Tanyakanlah kepada orang-orang kaya dari mereka, masih tersisakah kekayaan mereka?  Tanyakan pula kepada orang-orang miskin di antara mereka, masih tersisakah kemiskinan mereka? Tanyakanlah tentang lisan-lisan yang dengannya mereka berbicara, tentang sepasang mata yang dengannya mereka melihat. Tanyakan pula tentang kulit dan tubuh mereka, apa yang diperbuat oleh ulat-ulat di balik kafan-kafan mereka? ... detail

Pemuda adalah generasi harapan bangsa.

23 September 2020

Sobat Bukuilmu, Pemuda memiliki andil besar dalam sejarah kebangkitan sebuah bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada kondisi para pemudanya. Jika pemudanya memiliki jiwa yang maju, jiwa besar, dan akhlak/karakter yang unggul, maka bangsa itu akan maju, besar dan mampu memimpin peradaban dunia. Sebaliknya, jika pemudanya menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi bertentangan dengan nilai-nilai agama, seperti mabuk-mabukan, narkoba, tawuran, main game, pornografi, dan pornoaksi, tidak memiliki kepedulian sosial, maka masa depan bangsa itu akan suram.   ... detail

4 Kunci Keberkahan dan Kebahagiaan Hidup

16 September 2020

Sobat Bukuilmu.com, Setiap muslim di muka bumi ini pasti menginginkan kehidupan yang bahagia, penuh dengan keberkahan, keamanan, kelapangan dan keridoan Allah SWT baik di dunia apalagi di akhirat kelak. Harta yang berkah, keluarga yang solih, pekerjaan yang nyaman, lingkungan yang baik, pemerintah yang adil, dan tempat tinggal yang aman dari bencana dan marabahaya. Semua itu dapat diperoleh seorang muslim ketika ia mengikuti tuntunan Allah Swt dalam kehidupan. ... detail

Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19

18 Maret 2020

Sahabat Bukuilmu.com, Wabah virus corona membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait virus corona jenis baru atau Covid-19. Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 mengatur penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah Covid-19. Ringkasnya bisa dilihat pada poin2 berikut ini: ... detail

Smart Edu : Bisnis Dunia  Pendidikan Dan Solusi Anak Cerdas

27 Agustus 2019

Apakah ini permasalahan Bpk/Ibu Sekalian: 🎯 *Anak anda malas berlajar?* 🎯 *Tidak pernah rangking kelas?* 🎯 *Nilai Matematikanya jeblok ?* 🎯 *Hafalan"nya Payah?* 🎯 *Lebih suka main Game* 🎯 *Sering Bermain HP* ... detail

Semangat Ibadah di 10 hari terakhir Ramadan

1 Juni 2019

Saat ini kita berada di 10 hari terakhir bulan Ramadan, tepatnya tgl 23 Ramadan, tidak terasa bulan yang yang penuh dengan kebaikan, keberkahan, Rahmat dan Magfirah dari Allah ini akan pergi meninggalkan kita. Bulan yang sangat dinanti-nanti dan dicintai oleh orang-orang yang soleh, hamba-hamba Allah yang beriman. para Sahabat ra menangis apabila hendak berpisah dengan bulan suci Ramadhan, mereka takut jika tidak mendapatkan ampunan karena Jika pada bulan Ramadhan saja seseorang tidak mendapatkan ampunan apalagi pada bulan-bulan yang lain. ... detail

Tips Menyambut Bulan Ramadhan

2 Mei 2019

Saat ini kita berada di bulan Syaban, tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Betapa berbahagianya hati orang yang beriman, jika usianya disampaikan kempali pada bukan Ramadan, bulan yang penuh dengan kebaikan, keberkahan, Rahmat dan Magfirah dari Allah. Bulan yang dirindukan oleh orang-orang yang soleh. Bulan Ramadan, bulan dimana Nilai ibadah dilipatgandakan, do’a-do’a dikabulkan, dosa2 diampuni, pintu surga dibuka, sementara pintu neraka ditutup. Sungguh rugi orang yang tidak dapat bertemu dengan bulan ramadan, namun akan lebih rugi lagi bagi mereka yang menjumpainya, namun tidak mengisinya dengan kebaikan dan ibadah kepada Allah SWT. ... detail

» index berita
bukuilmu.com

Khutbah Idul Fitri 1434 H : Meraih Kemenangan Hakiki Pasca Ramadan

22 Agustus 2013
Share
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan via WhatsApp
Salin Tautan Artikel

اللهُ أَكْبَرُ  9x

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلّا إِيّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْن وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْن، وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْن، وَلَوْ كَرِهَ الْمُنَافِقُوْن. لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ،

لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْد.

إِنّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا، أَشُهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، اللّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا مُحَمَّدٍ أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن،

أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِالتَّقْوَى فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى

قَالَ اللهُ سبحانه وتَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْعَزِيْز، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ الله الرَّحْمنِ الرَّحِيْم: ((يَا آيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا ادْخُلُوْا فِيْ السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ)) (سورة البقرة:208)

وقال تعالى أيضا: ((قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا)) (سورة الشمس:9-10)

Ma`asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah

Puji dan syukur marilah senantiasa kita ucapkan kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan ni`mat dan karuniaNya bagi kita dalam setiap saat, tidak ada satu detikpun hidup yang kita jalani kecuali pada saat itu ada ni`mat Allah yang menyertai kita, udara yang sedang kita hirup, darah yang masih mengalir di tubuh kita, denyut jantung yang tak pernah berhenti, serta ni`mat-ni`mat yang lainnya yang takkan pernah bisa kita hitung jumlahnya. Itu artinya bahwa Allah SWT tidak pernah melupakan hambaNya meskipun sesaat, akan tetapi hambaNyalah yang selalu melupakan Dia, bahkan sebagian dari hamba Allah itu justru menggunakan ni`mat yang diberikan untuk berbuat maksiat kepadaNya, untuk itu mari kita sadari dan kita renungkan, semoga kita tidak termasuk kedalam golongan tersebut, akan tetapi kita harus menjadi hambaNya bersyukur agar ni`mat itu selalu bertambah bagi kita. Allah SWT berfirman:

(( لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ )) (سورة إبراهيم: 7)

“Jika kalian bersyukur terhadap nikmatku niscaya akan aku tambah ni`mat tersebut, tetapi jika kalian kufur sungguh azabKu sangatlah pedih”  (Q.S. Ibrahim: 7  )

Shalawat dan salam juga haruslah selalu kita perbanyak untuk Rasulullah SAW yang telah berjuang dan mengorbankan segala-galanya untuk kemaslahatan dan kebahagiaan ummatnya, baik di dunia maupun di akhirat. Semoga saja kecintaan kita kepada Beliau selalu bertambah dan tak pernah pudar, dan kita berharap semoga ungkapan shalawat yang selalu membasahi lidah kita itu membuat kita menjadi orang yang berhak mendapatkan syafa`atnya di Yaumil Mahsyar nanti. Amin

الله اَكْبَر اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَلِلهِ الحَمْدُ

Ma`asyiral Hadirin wal Hadirat Rahimakumullah 

Pada hari yang mulia ini umat Islam di barbagai belahan dunia beramai-ramai melantunkan kata-kata Takbir, Tahmid dan Tahlil sebagai wujud rasa bahagia dalam menyambut hari kemenangan. Mereka semua berbahagia karena sebulan penuh telah berhasil melawan hawa nafsu serta mengisi detik-detik waktunya dengan berbagai macam bentuk kebaikan yang akan mendekatkan diri mereka kepada Allah SWT. Berpuasa di siang hari, shalat di malam hari, memperbanyak tilawah Al-Quran, berdo`a dan beristighfar, berinfaq dan bersedekah, menjalin hubungan silaturrahim, dan lain sebagainya, seraya berharap semua kebaikan tersebut diterima hendaknya oleh Allah SWT dan dapat memperpanjang catatan amalan kebaikan kita yang akan diperlihatkan di akhirat kelak.

Meskipun demikian ada satu hal yang harus diketahui bahwa kebahagiaan yang terpancar di raut wajah hari ini memiliki dua kemungkinan, sebahagian dari mereka ada yang berbahagia karena sedang menyambut kemenangan dirinya sendiri, sementara sebahagian yang lain ada pula yang berbahagia tapi sekedar merayakan kemenangan orang lain. Dalam hal ini kita tidak dianjurkan untuk menilai orang lain, kita hanya dituntut untuk merenungkan diri kita masing-masing apakah kita sekarang benar-benar sedang merayakan kemenangan diri kita sendiri, ataukah sedang berpura-pura bahagia dalam menyambut kemenangan orang lain. Kita semua berharap semoga Allah SWT memberikan kebahagiaan yang sesungguhnya kepada kita bersama, amin.

Orang yang berbahagia sesungguhnya adalah mereka yang telah mendapatkan ampunan dan maghfirah Allah SWT karena telah memanfaatkan detik-detik Ramadhan secara maksimal untuk berbagai bentuk kebaikan yang dilaksanakan atas dasar iman dan penuh harapan. Sesuai dengan sabda Nabi SAW:

(مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ) (رواه البخاري ومسلم)

"Siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharapkan pahala dan ampunan maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

 ( مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ) (رواه البخاري ومسلم)

“ siapa yang menghidupkan malam ramadhan dengan dasar iman dan mengharapkan pahala dan ampunan  maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

الله ُاَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Ma`asyiral muslimin Rahimakumullah

Perbuatan dan amal  baik yang sudah menjadi kebiasaan umat Islam untuk dilakukan selama Ramadhan diharapkan mampu membentuk karakter  dan tabi`at mereka untuk berbuat hal yang sama setelah Ramadhan berlalu, janganlah pernah menjadikan Ramadhan sebagai topeng dalam kehidupan kita, tapi jadikanlah sebagai wajah asli kita dalam menjalani sebelas bulan kehidupan berikutnya.

Apabila selama Ramadhan kita selalu menyempatkan diri untuk membaca Al-Quran, mendatangi masjid untuk shalat berjama`ah, bangun di sepertiga malam untuk sahur dan tahajjud, berempati terhadap fakir miskin, meneteskan air mata saat bermunajat dan bersimpuh di hadapan Allah SWT, serta berbagai kebaikan lainnya, maka janganlah sampai kebaikan-kebaikan tersebut menjadi wajah indah kita yang bersifat sesaat, akan tetapi jadikanlah ia sebagai perhiasan jiwa yang tetap bertahan dan terlaksana setelah Ramadhan meninggalkan kita. Ketahuilah bahwa Tuhannya Ramadhan adalah Tuhannya Syawwal juga, dan Tuhan sebelas bulan berikutnya.

Oleh karena itu hari raya idul fitri yang dijadikan sebagai agenda terakhir dari seluruh rangkaian ibadah Ramdhan pada hakikatnya bukanlah saat-saat berakhirnya peluang untuk mendulang kebaikan, tapi justru sebaliknya bahwa idul fitri adalah saat awal memulai kehidupan baru dengan hati yang baru dan semangat yang baru pula.

قال عمر بن عبد العزيز:

لَيْسَ الْعَيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ          إِنَّمَا الْعَيْدُ لِمَنْ خَافَ يَوْمَ الْوَعِيْدِ 

Umar Bin Abdul Aziz berkata:

Hari raya itu bukanlah milik orang yang memakai pakaian baru

Akan tetapi hari raya adalah milik orang yang  takut dengan hari pembalasan

وقال آخر:

لَيْسَ الْعَيْدُ لِمَنْ تَجَمَّلَ بِالرُّكُوْبِ       إِنَّمَا الْعَيْدُ لِمَنْ غُفِرَتْ لَهُ الذُّنُوْبُ 

Tidaklah hari raya itu buat yang memiliki kendaraan mewah

Akan tetapi hari raya itu buat orang yang dosanya terampuni

وقال الحسن البصري: " كُلُّ يَوْمٍ لَا يُعْصَى اللهُ فِيْهِ فَهُوَ عَيْدٌ، وَكُلُّ يَوْمٍ يَقْطَعُهُ الْمُؤْمِنُ فِيْ طَاعَةِ مَوْلَاهُ وَذِكْرِهِ وَشُكْرِهِ فَهُوَ لَهُ عَيْدٌ "

Imam Hasan Al-Bashri berkata: “setiap hari yang di dalamnya tidak ada kedurhakaan kepada Allah SWT maka hari itu adalah hari raya, dan setiap hari di mana seorang mukmin tetap berada dalam ketaatan Rabnya serta berzikir dan bersyukur kepadaNya maka bagi dia hari itu adalah hari raya”.

Inilah hakikat Idul Fitri yang sesungguhnya, kembali kepada kesucian, meraih kemenangan dengan prestasi taqwa serta mempertahankan kesucian dan kemenangan tersebut di masa yang akan datang.

الله ُاَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah SWT.

Hari ini kita merayakan hari kemenangan itu, rahim Ramadhan telah melahirkan sosok-sosok dan pribadi muslim yang menang dan sukses, namun kemenangan seperti apakah yang akan diraih oleh umat Islam melalui ibadah Ramadhan?.

Ada tiga bentuk kemenangan bagi umat Islam:

Pertama, Kemenangan Spritual.

Kemenangan spiritual adalah kemenangan jiwa, jiwa yang menang adalah jiwa yang selalu bersih dan suci dari berbagai noda dan penyakit seperti syirik, sombong, hasad dan dengki, dan berbagai penyakit hati lainnya yang diharapkan melalui Ramadhan dapat terkikis habis. Allah SWT berfirman:

(( قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا )) ( سورة الشمس: 9-10)

“Sungguh telah menang dan beruntung orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya” (Q.S. Asy-Syams: 9-10)

Jiwa yang menang adalah jiwa yang selalu berupaya untuk membentengi diri dari berbagai bentuk penyimpangan dan penodaan terhadap aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, dan itu adalah hakikat taqwa sesungguhnya yang ingin dicapai melalui ibadah puasa. Sesuai dengan firman Allah SWT:

(( يَا آيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْن )) (سورة البقرة: 183)

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kalian untuk berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, semoga kalian menjadi orang yang bertaqwa” (Q.S. Al-Baqarah: 183).

Taqwa adalah suatu kondisi iman dan semangat spiritual yang harus selalu terpatri dalam jiwa seseorang, agar secara berkesinambungan ia selalu merasakan kehadiran dan pengawasan Allah dalam setiap gerak langkah aktifitas yang dilakukannya, sehingga dengannya ia termotivasi untuk tetap taat dan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Sebagaimana ia juga akan selalu berusaha untuk menghindari duri-duri di jalan kehidupan. Betapa indahnya perumpamaan yang diberikan oleh Ubay bin ka’ab ketika beliau ditanya oleh Umar bin Khattab tentang hakekat taqwa. Ketika itu Ubay balik bertanya: “wahai Amirul mukminin, apa yang anda lakukan di saat anda melewati jalanan yang penuh duri? Umar manjawab: saya akan meneguhkan pandangan agar langkah kakiku tidak menginjak duri, lalu Ubay berkata: wahai amirulmukminin itulah taqwa.”

Apabila sifat taqwa itu sudah tumbuh subur dalam jiwa seseorang maka ia akan selalu rela dan senang hati untuk menerima dan melaksanakan aturan Allah, apapun konsekwensi yang akan dihadapinya, meskipun akan mengorbankan sesuatu yang paling dia cintai, atas nama cinta kepada Allah dan Rosulnya. Jika itu berhasil ia lakukan maka saat itu ia sedang merayakan puncak kemenangan spritualnya.

Semangat ketaqwaan seperti itulah yang diciptakan oleh ibadah puasa, karena dengan berpuasa seseorang dituntut untuk selalu dalam suasana jiwa yang dekat kepada Allah SWT, sebagaimana ia dituntut untuk menghargai waktu agar bisa meraih sekecil apapun peluang ibadah, serta menghindari sekecil apapun peluang dosa yang akan bisa mengurangi atau merusak nilai-nilai puasa. Bahkan dari yang mubah sekalipun jika tidak mendatangkan manfaat apa apa. Oleh Karena itulah Rosulullah membahasakan bahwa “puasa adalah sebagai perisai.”

الله ُاَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah SWT.

Ada satu karakter jiwa yang ingin dibina oleh Ramadhan yaitu, jujur atau amanah. Ibadah puasa adalah ujian bagi kejujuran kita, tidak ada yang mengetahui kepastian orang yang berpuasa selain daripada Allah SWT, berbeda dengan ibadah yang lain seperti shalat, haji, zakat dan lain sebagainya.

Kejujuran adalah satu kekuatan yang terdapat dalam jiwa yang membuat pemiliknya mampu melakukan tugas-tugas besar yang diembankan kepadanya. Dengan kejujuran berbagai persoalan dalam hidup dapat diselesaikan, sebaliknya tanpa kejujuran berbagai problematika kehidupan akan selalu bermunculan. Oleh karena itu menghiasi diri dengan sifat jujur adalah satu tuntutan yang dibebankan kepada seluruh elemen masyarakat; pemimpin, pejabat, hakim, politikus, pengusaha, wartawan, kaum akademisi, rakyat dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara jangan sampai terjadi krisis kejujuran karena hanya akan melahirkan kehancuran demi kehancuran. Itulah fakta dan kenyataan; korupsi merajalela, keserakahan pejabat terjadi di mana-mana, pengangguran susah diatasi, kesenjangan social dan penindasan rakyat kecil sudah menjadi pajangan kasat mata, ketidakharmonisan dalam kehidupan rumah tangga, dan lain sebagainya, itu semua berawal dari ketidakjujuran dan ketidakadilan. Maka apabila pemimpin sudah mampu untuk jujur terhadap rakyatnya, para pejabat jujur dalam mengemban amanah jabatannya, para hakim jujur dalam menyelesaikan perkara persidangannya, para suami jujur dalam memimpin keluarganya, serta semua kita mampu untuk jujur terhadap diri kita sendiri, jujur kepada Allah dan jujur kepada masyarakat maka yakinlah kedamaian hidup pasti akan dirasakan, persoalan demi persoalan akan semakin dapat disingkirkan dari jalan peradaban, dengan demikian kita dapat menghiasi dinding-dinding harapan dengan penuh optimis dalam menatap masa depan diri dan bangsa.

الله ُاَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah

Kedua: Kemenangan Emosional

Ibadah Ramadhan akan membimbing umat Islam menuju kemenangan emosional. Emosi adalah sifat perilaku dan kondisi perasaan yang terdapat dalam diri seseorang. Ia bisa berupa rasa ingin marah, rasa takut, rasa cinta atau keinginan yang kuat untuk mencintai dan membenci, rasa cemas, rasa minder dan lain sebagainya. Emosi yang menang adalah apabila ia terkendali, yang dalam istilah agama disebut dengan sabar. Jika kita perhatikan teori tentang kecerdasan emosi yang dijelaskan oleh para ahli fsikologi, ternyata konsep kecerdasan emosi ini berbanding sama dengan konsep kesabaran dalam Islam. Sabar dalam Islam bukanlah satu kelemahan, tetapi sabar justru merupakan satu kekuatan. Di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa satu orang yang sabar mampu mengalahkan sepuluh lawan dalam pertempuran, atau setidaknya mereka mampu menghadapi lawan sebanyak dua kali jumlah mereka (QS 8: 65-66). Ketika seorang bersabar dan dapat menahan amarahnya dalam menghadapi satu perkara yang ia hadapi maka dia bukanlah orang yeng lemah, akan tetapi justru dia adalah orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Dalam sebuah ungkapannya Rasulullah SAW bersabda: “ orang yang kuat bukanlah orang yang selalu menang dalam berkelahi, akan tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan diri saat dia marah” (H.R Imam Al-Bukhari).

Kesabaran merupakan karakter yang sangat mulia dan ia bisa diraih dengan cara melatih dan membiasakan diri dengannya. Maka bulan Ramadhan merupakan kesempatan yang besar bagi seorang Muslim untuk melatih kesabaran itu. Ia dilatih untuk mengontrol jiwanya dari pengaruh hawa nafsunya. Dengan begitu ia bisa keluar dari bulan Ramadhan sebagai pribadi yang kuat dan pandai mengendalikan diri dan emosinya.

Keterkaitan antara puasa dengan membangun kecerdasan emosional begitu terlihat dalam penjelasan Rasulullah SAW yang mengatakan:  “apabila seseorang sedang berpuasa lalu ada yang menghina dia atau mengajaknya untuk berkelahi maka hendaklah ia mengatakan: saya sedang berpuasa, saya sedang berpuasa” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim). Dengan arti kata kondisi seseorang yang sedang berpuasa akan dapat menahan emosinya agar tidak membalas cacian dan dendam dengan perbuatan yang sama.

Ibadah puasa akan selalu membimbing umat Islam untuk dapat mengendalikan jiwa dan nafsunya dengan cara zikir dan syukur kepada Allah SWT. Jika seseorang sudah mampu untuk selalu berzikir dan bersyukur, apalagi jika hal itu sudah menjadi bagian yang tak terpisah dari diri dan kehidupannya, maka itu adalah indikasi dari emosional yang terkendali, sehingga dengannya ia akan selalu menghadapi berbagai persoalan hidup dengan tenang dan percaya diri, dan itu adalah puncak kemenangan emosional. Bandingkan dengan seseorang  yang selalu lupa kepada Allah serta tidak mau bersyukur terhadap karunia yang didapatkannya dari Allah, maka ia akan selalu dihimpit oleh berbagai problem kehidupan, khususnya problem kejiwaan yang tak jarang mereka selesaikan dengan cara mereka sendiri. Ada yang dengan cara bunuh diri, ada lagi dengan cara menelan obat2 atau pil yang mereka anggap akan mampu menenangkan jiwa mereka, dan lain sebagainya. Maka ibadah puasa akan selalu berusaha untuk menutup rapat rapat pintu yang akan membawa seseorang menuju kekacauan emosional dengan cara zikir dan syukur tersebut.

Satu lagi pelajaran penting yang dapat ditarik bahwa ibadah puasa akan menghapus sekat-sekat pemisah antara yang kaya dengan yang miskin, semua mereka sama di hadapan Allah SWT, apa yang dirasakan oleh orang-orang miskin selama ini itu jugalah yang dapat dirasakan oleh yang kaya saat ia berpuasa, maka puasa akan membangun jembatan untuk menyatukan perasaan antar sesama umat Islam tanpa memandang status social  untuk saling mencintai, saling membantu, dan saling berbagi. Mungkin Ini jugalah salah satu dari rahasianya kenapa zakat fitrah itu diwajibkan kepada semua orang, yang miskin sekalipun. Supaya semua kita, dan juga mereka yang biasa meminta-minta, pernah merasakan nikmatnya memberi, minimal sekali dalam setahun. Inilah salah satu bentuk didikan emosional yang kita dapatkan dari ibadah puasa.

الله ُاَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah SWT

Ketiga: Kemenangan Intelektual

Ibadah Ramadhan juga akan melahirkan sosok-sosok pribadi muslim yang menang secara intelektual. Kemenangan intelektual ditandai dengan kecerdasannya dalam memahami realita yang selalu dapat memberikan keseimbangan pada diri dan pemikiran.

Namun ada satu hal yang harus kita pahami bahwa terminologi kecerdasan intelektual dalam Islam tidak  berbanding sama dengan teori kecerdasan yang dipahami oleh banyak orang. Selama ini banyak orang yang mengukur kecerdasan lewat pencapaian- pencapaian angka dalam batas tertentu. Sehingga sorang anak dikatakan cerdas apabila nilai rata-ratanya di sekolah Sembilan atau sepuluh. Seorang mahasiswa dianggap cerdas ketika ia sudah mampu menghapal banyak diktat perkuliahannya lalu menghasil nilai IPK tertinggi, begitu seterusnya. Sementara di dalam Islam kesuksesan dan kecerdasan diukur secara proporsional antara kwalitas dan kwantitas. Kecerdasan ada pada mereka yang menempatkan ilmu di hati bukan sekedar di lidah dan retorika saat berdiskusi tapi tidak disertai dengan aksi. Rasulullah SAW bersabda:

( اَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ) (رواه الترمذي)

Orang yang berakal (cerdas secara intelektual) adalah orang memperbudak dirinya sendiri dan selalu berbuat untuk kepentingan akhirat) (H.R. At-Tirmizi)

Dengan demikian seoarang anak dianggap cerdas bukan semata-mata karena ia telah meraih angka 9 atau 10, akan tetapi diukur sejauhmana pelajaran –pelajaran itu berpengaruh positif dalam kehidupannya. Seorang dianggap cerdas bukan sekedar sudah mengetahui bahwa 1 kg itu sama dengan 10 ons, akan tetapi dianggap cerdas ketika pengetahuan itu diterapkannya di saat ia menjadi seorang pedagang. Sistem pendidikan seperti inilah yang diterapkan oleh Rosulullah SAW dalam mendidik para sahabatnya, sehingga beliau memutuskan untuk mengirim Mush’ab bin ‘Umair menjadi duta dakwah ke Madinah, padahal Mush’ab ketika itu bukanlah orang yang paling banyak hapalan alqurannya.

      Kecerdasan intelektual dalam perspektif Islam ditandai dengan apabila :

  • Selalu bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram
  • Selalu mempertimbangkan antara manfaat dan mudhorat
  • Selalu mengerti akan hak dan kewaiban.

Kecerdasan seperti inilah yang selalu ingin dibina oleh ibadah puasa pada setiap peribadi muslim. Karenanya puasa selalu menuntut kita untuk selalu hati-hati dalam bertindak, bersikap dan berucap, agar tidak menodai nilai-nilai puasa yang sedang dikerjakan. Kalau tidak bisa maka seseorang tidak akan mendapatkan apa- apa dari puasanya selain menahan lapar dan haus saja.

Inilah tiga kemenangan besar yang diharapkan dapat diraih secara nyata dalam setiap pribadi muslim melalui pelaksanaan ibadah puasa. Sebagai seorang muslim yang setiap tahun melaksanakan ibadah ramadhan harus selalu menginstropeksi dirinya di setiap penghujung hari ramadhan, agar ia tahu apakah ia hari ini benar-benar berbahagia untuk dirinya, atau untuk orang lain. Intropeksi itu menjadi penting untuk dilakukan agar Ramadhan tidak sebatas rutinitas tahunan.

Demikianlah khutbah ini disampaikan, semoga bermanfaat.

باَرَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ في القرآن العظيم وَنَفَعَنِيْ وَاِياَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 

 

KHUTBAH KEDUA

 

اللهُ أَكْبَرُ  7x 

لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ. الحَمْدُللهِ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَه وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَحَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَه. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نبَيَّ بَعْدَه. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ وأَنْعِمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَا عِباَدَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ.

قال الله عز من قائل: (( وَلَا تَكُوْنُوْا كَالّتِيْ نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنْكَاثًا)) (سورة النحل: 92)

Ma`asyiral Muslimin Rahimakumullah

Di akhir khutbah ini khatib ingin mengajak kita bersama untuk mempertahankan kemenangan yang sudah dicapai selama Ramadhan, ibarat sebuah bangunan ia bagaikan sebuah istana megah yang mengagumkan maka janganlah diruntuhkan kembali, ibarat sebuah tenunan ia sudah menjadi pakaian yang sangat indah dipandang mata maka janganlah diurai kembali benang yang sudah ditenun itu ketika Ramadhan berlalu meninggalkan kita. Inilah makna dari ayat yang terdapat dalam surat An-Nahl ayat 92 di atas: “ janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menenun pakaian di pagi hari lalu sorenya diurai kembali”  betapa sia sianya, betapa ruginya bahkan betapa celakanya kalau itu yang dilakukan.

Akhirnya marilah kita sambut hari kemenangan ini sebagai sandaran untuk memulai kehidupan baru dengan hati dan semangat yang baru, maafkanlah segala kesalahan lupakan segala kekhilafan agar semua kita mendapatkan ridha dan maghfirah dari Allah SWT, semoga kita semua diizinkan kembali untuk menikmati indahnya Ramdhan pada masa yang akan datang. Amin ya rabbal `alamin.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِي يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلىَ اِبْرَاهِيْم وَعَلىَ آلِ اِبْرَاهِيْم وَباَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا باَرَكْتَ عَلىَ اِبْرَاهِيْم فِى اْلعاَلَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد.

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُما كَمَارَبَّيانَا صَغِيرًا وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِناَتِ اْلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْواَتِ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ   

اَللّهُمَّ آرِناَ الْحَقَّ حَقاًّ وَارْزُقْناَ اتِّباَعَهُ وَآرِناَ اْلباَطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْناَ اجْتِناَبَهُ.

اللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْنَا اَبْوَابَ الخَيْرِ وَاَبْوَابَ البَرَاكَةِ وَاَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَاَبْوَابَ السَّلاَمَةِ وَاَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَاَبْوَابَ الجَنَّةِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ. رَبَّناَ آتِناَ فِي الدُّنْياَ حَسَنَةِ وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةِ وَقِناَ عَذاَبَ الناَّر. وَصَلَّى اللهُ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ  وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.

 

*Mahasiswa Program Doktoral Universitas Moulay Ismail, Meknes - Maroko


Baca juga

Nasihat tentang Kematian
23 September 2020
Nasihat tentang Kematian
Sobat Bukuilmu, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah pada suatu hari menasihati para sahabatnya: “Jika kalian melewati kuburan, panggillah mereka, jika engkau bisa memanggil. Lihatlah, betapa sempitnya tempat tinggal mereka. Tanyakanlah kepada orang-orang kaya dari mereka, masih tersisakah kekayaan mereka?  Tanyakan pula kepada orang-orang miskin di antara mereka, masih tersisakah kemiskinan mereka? Tanyakanlah tentang lisan-lisan yang dengannya mereka berbicara, tentang sepasang mata yang dengannya mereka melihat. Tanyakan pula tentang kulit dan tubuh mereka, apa yang diperbuat oleh ulat-ulat di balik kafan-kafan mereka?
Pemuda adalah generasi harapan bangsa.
23 September 2020
Pemuda adalah generasi harapan bangsa.
Sobat Bukuilmu, Pemuda memiliki andil besar dalam sejarah kebangkitan sebuah bangsa. Maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada kondisi para pemudanya. Jika pemudanya memiliki jiwa yang maju, jiwa besar, dan akhlak/karakter yang unggul, maka bangsa itu akan maju, besar dan mampu memimpin peradaban dunia. Sebaliknya, jika pemudanya menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi bertentangan dengan nilai-nilai agama, seperti mabuk-mabukan, narkoba, tawuran, main game, pornografi, dan pornoaksi, tidak memiliki kepedulian sosial, maka masa depan bangsa itu akan suram.  
4 Kunci Keberkahan dan Kebahagiaan Hidup
16 September 2020
4 Kunci Keberkahan dan Kebahagiaan Hidup
Sobat Bukuilmu.com, Setiap muslim di muka bumi ini pasti menginginkan kehidupan yang bahagia, penuh dengan keberkahan, keamanan, kelapangan dan keridoan Allah SWT baik di dunia apalagi di akhirat kelak. Harta yang berkah, keluarga yang solih, pekerjaan yang nyaman, lingkungan yang baik, pemerintah yang adil, dan tempat tinggal yang aman dari bencana dan marabahaya. Semua itu dapat diperoleh seorang muslim ketika ia mengikuti tuntunan Allah Swt dalam kehidupan.
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19
18 Maret 2020
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Penyelenggaran Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19
Sahabat Bukuilmu.com, Wabah virus corona membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait virus corona jenis baru atau Covid-19. Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 mengatur penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah Covid-19. Ringkasnya bisa dilihat pada poin2 berikut ini:
Smart Edu : Bisnis Dunia  Pendidikan Dan Solusi Anak Cerdas
27 Agustus 2019
Smart Edu : Bisnis Dunia  Pendidikan Dan Solusi Anak Cerdas
Apakah ini permasalahan Bpk/Ibu Sekalian: 🎯 *Anak anda malas berlajar?* 🎯 *Tidak pernah rangking kelas?* 🎯 *Nilai Matematikanya jeblok ?* 🎯 *Hafalan"nya Payah?* 🎯 *Lebih suka main Game* 🎯 *Sering Bermain HP*
Information
  • Beranda
  • Cara Belanja
  • Hadiah Langsung
  • Isi Web
  • Tentang Kami
  • Keagenan & Dropship
  • Hubungi Kami
  Pembayaran
  • BSI

    No. rek 7006157445
    a.n Rizki Fauzan H

  • Muamalat

    No. rek 3060015024
    a.n. Rizki Fauzan H

  • Mandiri

    No. rek 1200011897704
    a.n. Rizki Fauzan H

  Customer Service
  •  085216777857
  •  085883483034
  •  085216777857
  •  rizan_1982@yahoo.com
  Tentang Kami
  •  @rizkifauzanh
  •  FanPage BukuIlmu
  •  @RizkiF_Hasibuan
  •  @bukuilmu
  •  Channel BukuIlmu
  •  Jl. STM Walang Jaya No. 9 Rt. 11 Rw. 03 Tugu Selatan Koja Jakarta utara (lihat peta) Smile

©2011 www.Bukuilmu.com
Toko Online
Top